Suara.com - Beredar di media sosial video yang memperlihatkan sebuah truk forklift yang macet di tengah rel. Truk forklift tersebut berhenti di tengah rel ketika sebuah kereta hendak melintas.
Video yang merekam kejadian tersebut diunggah oleh akun Instagram @terang_media pada Jumat (29/07/22).
Dalam video yang diunggah tampak momen para warga serta petugas perlintasan kereta yang sedang mencoba mendorong forklift yang macet tersebut.
Warga dan petugas tersebut mencoba mendorong forklift dari bagian depan maupun depan.
Seorang warga bahkan mencoba mendorong forklift menggunakan sebuah kayu.
Tampaknya ban forklift tersebut menyangkut di rel sehingga menyebabkan kendaraan tersebut tidak bisa bergerak maju.
Setelah dibantu oleh beberapa warga dan petugas, forklift tersebut tetap tidak bisa bergerak maju. Padahal saat itu akan ada kereta api yang melintas.
Terlihat asap yang mengepul dari foklift saat pengemudi mencoba memaksakan kendaraannya agar bisa bergerak.
Pada video tersebut juga tampak suasana perlintasan kereta api yang sepi lantaran palang pintu tengah dalam kondisi tertutup.
Baca Juga: Momen Nenek-nenek Tonton Para Pemuda Berjoget dan Bergaya Layaknya Perempuan, Publik: Akhir Zaman
Para pengendara sepeda motor, mobil, dan truk tampak telah berhenti di belakang palang pintu.
Para pengendara tersebut tampak hanya ikut menonton beberapa warga dan petugas yang mencoba mendorong forklift.
Sampai saat ini, video unggahan ini telah ditonton sebanyak 2,3 ribu kali. Video ini juga mendapatkan beberapa komentar dari netizen. Netizen menyoroti para pengemudi yang tidak memiliki inisiatif membantu mendorong forklift tersebut.
"Saling membantu semakin hari semakin sulit ditemukan. Semakin individualisme," kata warganet.
"Orang-orang plonga-plongo lihatin. Tolongin kek," terang warganet.
"Kenapa orang yang naik sepeda motor pada nggak mau bantuin," ujar warganet.
"Dorong forklift seriusan itu?" tanya warganet.
"Coba truk kuning itu bantu dorong forkliftnya," tambah warganet.
Berita Terkait
-
Momen Nenek-nenek Tonton Para Pemuda Berjoget dan Bergaya Layaknya Perempuan, Publik: Akhir Zaman
-
Tentara Israel Kembali Serbu Palestina, Lima Warga Tepi Barat Ditangkap scara Brutal
-
Polri Sebut WNI Disekap di Kamboja Bertambah Menjadi 60 Orang
-
Duel Berdarah Warga OKU di Arena Kuda Lumping, Toni Tewas Kena Tikam
-
Beredar Video Pria Lakukan Aksi Eksibisionis, Langung Kabur Begitu Lihat Kameramen
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Janda di Labuhanbatu Dianiaya Besan Hingga Pingsan, Laporan Mandek di Meja Polisi?
-
BRIN Minta Maaf atas Kesalahan Desain Lambang Garuda di Konten Hari Lahir Pancasila
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19
-
Menkes Bingung Harga Obat di RI 2-6 Kali Lebih Mahal dari Harga Pasar Global: Kita Harus Negosiasi
-
Respons PDIP Soal Keakraban Prabowo dan Megawati: Biasa Saja, Sudah Bersahabat Lama
-
Papua Barat Punya Sekolah Berbasis Konservasi Pertama di Indonesia, Apa Beda dengan Sekolah Biasa?
-
Suasana PN Jaksel Riuh! Gugatan Praperadilan Dikabulkan, Kasus Air Keras Andrie Yunus Berlanjut
-
Nadiem Makarim: Chromebook Bikin Negara Hemat Triliunan, Mengapa Saya yang Dituntut?
-
Fenomena Mas Bahlil Ganteng, Kala Kritik di Media Sosial Berbalik Jadi Keuntungan Politik