Suara.com - Aktor asal Kanada, Ryan Grantham, kembali disorot usai divonis penjara seumur hidup oleh Mahkamah Agung Vancouver, Rabu (21/9/2022) karena menembak ibunya sampai tewas.
Ada alasan mengapa Ryan Grantham membunuh sang ibu serta sejumlah fakta lainnya yang bisa diketahui melalui poin-poin berikut.
1. Alasan Tembak Ibu
Ryan Grantham menembak Barbara Waite di bagian belakang kepalanya saat sang ibu tengah bermain piano di kediaman mereka di Squamish, Vancouver, Kanada.
Alasannya melakukan hal itu agar sang ibu tidak menjadi saksi rencana pembunuhannya terhadap Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau. Ia tidak ingin Waite melihat dirinya mengamuk untuk melancarkan aksi nekat selanjutnya.
Menurut laporan media setempat, setelah Barbara Waite tewas, Ryan Grantham menutupi tubuh ibunya dengan sehelai kain. Kemudian, menaruh lilin di sekelilingnya.
Tak cukup sampai di situ, Grantham juga mendokumentasikan puncak aksi tersebut dengan mengambil gambar sang ibu yang terkujur kaku usai ditembak mati olehnya.
2. Simpan Bom Molotov
Satu hari setelahnya, Grantham menyimpan beberapa barang di bagasi mobilnya. Mulai dari 12 bom molotov, tiga buah senjata api, cadangan amunisi, hingga perlengkapan berkemah.
Baca Juga: Ferdy Sambo Diisukan Miliki Istri Simpanan, Cek Faktanya !
Berdasarkan peta mobilnya, Grantham tampak menuju Ridaeu Cottage di kawasan Ottawa, tempat Perdana Menteri Justin Trudeau dan keluarganya tinggal.
3. Berencana Membunuh Trudeau
Aktor berusia 24 tahun itu mengemudikan mobilnya menuju Ridaeu Cottage dan berencana membunuh Trudeau. Alasannya sendiri masih belum diketahui.
Grantham juga disebut sempat mempertimbangkan untuk melakukan penembakan massal di Universitas Simon Fraser di Vancouver atau di Jembatan Lions Gate yang populer.
4. Menyerahkan Diri
Alih-alih membunuh, pada malam itu, Ryan Grantham melakukan perjalanan sekitar 200 kilometer ke timur menuju kota Hope di British Columbia, sampai akhirnya ia memutuskan putar balik.
Berita Terkait
-
Aktor 'Riverdale' Ryan Grantham Dihukum Seumur Hidup karena Membunuh Ibu Kandungnya
-
5 Mitos atau Fakta Seputar Bunuh Diri yang Mungkin Belum Anda Ketahui
-
CEK FAKTA: Beredar Potongan Video Jokowi Disebut Ingin Pindah Agama, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Beredar Kabar Ferdy Sambo Telah Divonis Hukuman Mati, Benarkah?
-
Tak Ciut Beberapa Kali Mendapat Ancaman, Najwa Shihab: Isu Penting Itu Terkadang Ditutup-tutupi
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
Sering Mangkir, KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Model Fitri Assidikki
-
Klaim MBG Bukan Proyek! KemenHAM: Ini Instrumen Negara Penuhi Hak Dasar Siswa
-
Gagal Jadi JC, Sony Sonjaya Ternyata Belum Akui Perbuatan di Kasus Korupsi MBG
-
Satu Tahun Dicuekin, Fariz RM Akhirnya 'Gas Pol' Seret Pelanggar Hak Cipta Lagunya ke Polisi
-
Militerisme Menguat! 1.047 Pembela HAM Diserang di Era Prabowo-Gibran
-
Resmi! Kejagung Tolak Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya: Dia Pelaku Utama
-
Jejak Kelam Taufik Hidayat: Mantan Istri Juga Pernah Disiksa, Polisi Duga Masih Ada Korban Lain
-
Jakarta Rayakan HUT ke-499 dengan Komitmen Mengutamakan Kualitas Hidup Penduduk
-
Menkes Budi Ungkap Faktor Utama Masyarakat Masih Anti Vaksin: Takut Demam, Kurang Literasi
-
KPK Cecar Presiden Borneo FC Nabil Husein Soal Aliran Uang Batu Bara Rita Widyasari