Suara.com - Ketua DPR Puan Maharani mengingatkan pentingnya keharmonisan di dalam tubuh Tentara Nasional Indonesia (TNI). Hal itu disampaikannya sebagai ucapan peringatan HUT ke-77 TNI.
Puan mengatakan, keharmonisan di dalam tubuh TNI merupakan hal mutlak. Ia menekankan, pentingnya keharmonisan di pucuk pimpinan TNI. Terlebih dalam menghadapi dinamika politik pada tahun-tahun mendatang.
"Pimpinan TNI juga harus kompak dalam menghadapi dinamika politik nasional. Hal ini penting mengingat mulai memanasnya politik nasional," kata Puan, Rabu (5/10/2022).
Puan mengingatkan agar TNI selalu netral. Mengingat tahun-tahun politik menjelang Pemilu 2024.
"TNI jangan terpengaruh apalagi terseret politik praktis. TNI harus netral dalam politik karena politik TNI adalah politik negara sesuai tugas pokok dan fungsinya. Semua prajurit TNI harus bekerja dengan profesional," kata Puan.
Pesan Presiden untuk TNI
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan selamat ulang tahun TNI ke-77 saat membuka pidato amanat dalam Upacara Peringatan HUT ke-77 RI di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/10/2022). Dalam pidatonya ia menyampaikan sejumlah pesan bagi TNI.
"Pertama-tama atas nama rakyat, bangsa dan negara, saya menyampaikan selamat HUT ke-77 kepada Tentara Nasional Indonesia di manapun saudara-saudara berada dan bertugas," kata Jokowi.
"Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada keluarga besar TNI yang terus menjaga kedaulatan bangsa, menjaga NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta melindungi seluruh tumpah darah Indonesia," tambahnya.
Baca Juga: Puluhan Kapal Nelayan Meriahkan HUT TNI di Teluk Ambon
Jokowi mengatakan kalau pemerintah, bangsa dan negara menaruh harapan besar terhadap kontribusi TNI. Ia berpesan kepada TNI untuk terus memegang teguh jati diri TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional.
"Jadilah garda terdepan dalam menghadapi setiap ancaman, setiap tantangan, setiap hambatan dan gangguan. Bersikap dan bertindak lah secara profesional sesuai pancasila dan UUD 1945, sapta marga dan sumpah prajurit," ujarnya.
Jokowi juga berpesan kepada TNI untuk selalu memelihara kemanunggalan TNI.
"Peliharalah kemanunggalan TNI dengan rakyat karena bersama rakyat TNI akan kuat," ucapnya.
Selain itu, Kepala Negara juga meminta agar prajurit TNI selalu ingat sifat-sifat yang pantang menyerah, selalu tabah, selalu loyal, selalu tulus dan rela berkorban untuk kejayaan serta kemajuan rakyat Indonesia dan NKRI.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi