Suara.com - Kini, bentuk materai tidak hanya hadir dalam bentuk fisik. Pemerintah mengeluarkan materai dalam format elektronik untuk memudahkan masyarakat dalam bertransaksi. Namun, masyarakat perlu berhati-hati agar tidak terjebak materai palsu. Lantas bagaimana cara mengetahui materai elektronik asli atau palsu?
Seperti materai fisik, materai elektronik hanya dapat digunakan satu kali. Apabila Anda akan menggunakan materai elektronik ada beberapa hal yang perlu Anda waspadai.
Bukan tanpa alasan, Anda dapat terjebak mendapatkan materai elektronik palsu atau materai elektronik yang sudah pernah digunakan oleh orang lain.
Cara mengetahui materai elektronik asli atau palsu
Cara mengetahui materai elektronik asli atau palsu dapat dilakukan dengan beberapa cara. Anda dapat men-scan menggunakan aplikasi Peruri Scanner, mengklik gambar e-materai pada aplikasi pdf reader, atau menguunggahnya pada website verifikasi pdf milik Peruri di verification.peruri.co.id.
Selain itu, Anda juga perlu mengetahui komponen khas dari materai elektronik. Berikut ciri-cirinya
- Memiliki kode unik berupa nomor seri
- Terdapat gambar Garuda Pancasila
- Terdapat tulisan "Meterai Elektronik"
- Angka dan tulisan yang menunjukkan tarif bea meterai yakni "10000" dan "Sepuluh Ribu Rupiah"
Tips agar terhindar dari penipuan materai elektronik
Agar terhindar dari penipuan, Masyarakat dianjurkan untuk membeli langsung melalui distributor resmi dari Peruri dan menghindari pembelian melalui e-commerce.
Selain itu, masyarakat dapat membelinya melalui reseller resmi. Berdasarkan PMK nomor 133 tahun 2021, harga yang dijual melalui distributor sama dengan harga kopur yakni senilai Rp 10 ribu.
Baca Juga: Kepala SMP N 134 Jakarta Bantah Soal Pungli Pengumpulan Materai bagi Siswa Penerima KJP
Kemudian, materai elektronik hanya dapat dibubuhkan pada dokumen dengan format pdf. Oleh sebab itu, apabila ada distributor materai yang meminta dokumen dalam bentuk selain pdf, perlu dicurigai tidak asli.
Demikian informasi mengenai cara mengetahui materai elektronik asli atau palsu. Semoga bermanfaat!
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
Terkini
-
Rano Karno Terharu Lihat Warga Jakarta Makin Tertib, Protes Soal CFD Dianggap Wajar
-
Blusukan Terakhir di Lampung, Jokowi Sempatkan Jajan Es Kopi dan Rujak Buah
-
Sentil Gaji Direksi, Prabowo Setuju Laba BUMN Dialokasikan untuk Riset
-
Mulai Agustus 2026, Jakarta Berhenti Kirim Sampah Mentah ke Bantar Gebang
-
Prabowo: Kampus Itu Arena Adu Gagasan, Bukan Tempat Pertentangan
-
Daftar 5 Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia Saat Latsarmil: Gejala, Penyebab dan Kronologi
-
Diduga Intimidasi Dokter hingga Meninggal, Legislator PKB Terancam Sanksi Berat
-
Fakta-fakta Kematian 5 SPPI Calon Manajer Koperasi saat Jalani Latihan Militer
-
Awas Kena Derek! Dishub DKI Mulai Rutin Razia Parkir Liar di Senopati dan Gunawarman Tiap Weekend
-
Aktivasi di CFD FX Sudirman, Mozy Ajak Masyarakat Kenali Layanan Perjalanan Digital