Mendagri Tito Karnavian (kanan) didampingi Wamendagri John Wempi Wetipo (kiri) dan anggota Komisi II DPR yang juga mantan Ketua Pansus Revisi UU Otonomi Khusus Papua Komarudin Watubun (kedua kanan) memukul tifa saat peresmian tiga daerah otonom baru papua dan pelantikan Penjabat Gubernur Provinsi Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan di Kantor Kemendagri, Jakarta, Jumat (11/11/2022). [ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/nz]
Berbeda dengan Apolo Safanfo dan Ribka Haluk, Nikolaus Kondomo merupakan seorang jaksa. Sebelum ditunjuk menjadi PJ Gubernur Papua Pegunungan, ia bertugad di Kejaksaan Agung sebagai Staf Ahli bidang Hubungan Antarlembaga dan Kerja Sama Internasional.
Nikolaus menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Semarang. Lalu ia merain gelar Magister Hukum di Universitas Cendrawasih.
Dalam kariernya sebagai jaksa, ia pernah menduduki sejumlah jabatan, diantaranya:
- Kepala Kejaksaan Negeri Fak-fak pada 2007
- Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Papua pada 2012
- Kepala Kejaksaan Negeri Sleman pada 2014
- Asisten Pengawasan Kejati Jatim pada 2015
- Koordinator di Kejagung Datun: Jam Perdata dan Tata Usaha Negara Kejagung RI pada 2017
- Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah pada 2018
- Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Papua pada 2019
Kontributor : Damayanti Kahyangan
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Mendagri Resmikan Tiga Provinsi Baru di Papua dan Lantik 3 Penjabat Gubernur
-
Mendagri Tito Ungkap Alasan Jadikan Dua Pj Gubernur DOB Papua Eselon II Sebelum Dilantik
-
Lantik Tiga Pj Gubernur DOB Papua, Mendagri Tito Minta Fokus Soal Stabilitas Politik Pemerintahan
-
Kini Indonesia Punya 3 Provinsi Baru di Papua Diresmikan Tito Karnavian Atas Nama Presiden RI
-
Dilantik Mendagri Tito, Ini Janji Tiga Pj Gubernur DOB Papua
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara