Suara.com - Momen pertemuan Puan dan Ganjar di Muktamar Muhammadiyah Solo menjadi perbincangan. Pembukaan Muktamar Muhammadiyah ke-48 ini dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo dan banyak tokoh lainnya.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Ketua DPR RI Puan Maharani pun berada dalam satu panggung. Sementara itu, Presiden Joko Widodo menyampaikan terima kasih kepada Muhammadiyah karena menggerakkan ratusan rumah sakit untuk menangani Covid-19.
Puan Maharani terlihat datang dengan pakaian batik dan kerudung dari selendang. Ia duduk di sebelah Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir.
Puan pun sempat berfoto bersama kader Muhammadiyah dan Aisyiyah. Puan Maharani menyampaikan bahwa agar Muktamar ke-48 ini berjalan lancar dan sukses.
Tak hanya itu, Puan juga berharap agar segera terpilih pimpinan Muhammadiyah selanjutnya. Hingga kini terdapat 39 calon yang akan mengisi posisi tersebut.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo datang ebrsama istrinya Siti Atikoh Supriyanti. Ia sempat bersalaman dengan Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsudin.
Ganjar Pranowo duduk di samping kiri Presiden Joko Widodo. Ia juga berdampingan dengan Iriana Jokowi dan Ketua Umum Aisyiyah serta Muhadjir Effendy.
Ganjar pun terlihat rapi dengan mengenakan baju batik berwarna cokelat. Ganjar juga memakai masker berwarna merah dan putih.
Gubernur Jawa Tengah itu kemudian menyusuri Stadion Manahan usai mengikuti pembubaran Muktamar. Ia pun terlihat dikerumuni masyarakat setempat.
Baca Juga: Hasil Survei: Elektabilitas PDI Perjuangan Masih Tertinggi, dapat Dukungan 20,3 Persen
Berkaitan dengan Muhammadiyah, Ganjar menyampaikan bahwa ia mengapresiasi kiprah dan perjuangan Muhammadiyah. Menurutnya, Muhammadiyah intens memperbaiki dunia pendidikan dan memberi pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Aisyiyah juga turut berperan dalam pemberdayaan perempuan.
Puan dan Ganjar duduk satu baris di panggung pembukaan Muktamar Muhammadiyah yang digelar pada Sabtu (19/11/2022) itu. Diketahui sebelumnya kedua tokoh PDIP itu memang jarang terlihat bersamaan.
Ganjar juga jarang tampil untuk mendampingi Puan Maharani dalam kunjungannya di Solo maupun kota lain di Jawa Tengah. Namun pada Muktamar Muhammadiyah ke-48 ini keduanya tampak bersama.
Setelah itu, Puan bersama Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka pun pergi meninggalkan Stadion Manahan Solo yang menjadi pusat pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah ke-48.
Ganjar dan Puan, meski sama-sama dalam partai PDIP, keduanya tengah dalam persaingan dingin terkait siapa capres yang akan diajukan partai berlogo banteng tersebut. Hingga kini, Megawati Soekarnoputri sang Ketua Umum masih belum menentukan pilihan soal kandidat kuat capresnya.
Kendati begitu, baik Ganjar maupun Puan memiliki basis pendukung yang cukup kompetitif di lingkungan internal PDIP.
Kontributor : Annisa Fianni Sisma
Berita Terkait
-
Kala Puan Maharani Disoraki "Huuu" Peserta Muktamar Muhammadiyah ke 48 di Solo
-
Pernyataan Presiden Jokowi soal Muktamar Muhammadiyah ke 48 di Solo
-
Sakit Bukan Main! Puan Maharani Disoraki Satu Stadion Saat Hadiri Pembukaan Muktamar Muhammadiyah
-
Gibran Unggah Momen Ganjar Disambut Meriah Warga di Acara Muhammadiyah, Publik: Nanti 'Disemprit' Sama Banteng Lho Mas
-
Hasil Survei: Elektabilitas PDI Perjuangan Masih Tertinggi, dapat Dukungan 20,3 Persen
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sentil Polri di Kasus Roy Suryo, Henri Subiakto Sebut UU ITE Dipakai Tutupi Isu Ijazah Jokowi
-
Di Tengah Gelombang Kritik, Prabowo Sebut Investasi Asing ke Indonesia Terus Mengalir
-
Henri Subiakto Sebut Pasal yang Menjerat Roy Suryo Tak Masuk Akal, Status P21 Dipertanyakan
-
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Ditandatangani, Teheran Beri Sinyal Berbeda
-
Apa Itu Restitusi? Wamen PPPA Tegaskan Korban Bullying Berhak Dapat Ganti Rugi
-
Bangun Spiritualitas Warga Jawa Barat, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan
-
Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet
-
Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan
-
Sopir Truk Transfer Uang Setelah Dikepung Anak Jalanan di Pesanggrahan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
'Bikin Malu Presiden', Gus Lilur Desak Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama