Suara.com - Wakil Presiden Maruf Amin akhirnya bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Pangkalan Udara TNI AU Adi Soemarmo, Solo, Senin, (21/11/2022).
Kedua pemimpin bertemu di ruang tunggu VVIP sesaat sebelum lepas landas menuju Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, usai melaksanakan kunjungan kerja di Solo.
Pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih 30 menit ini merupakan pertemuan pertama kedua pemimpin setelah perhelatan kenegaraan KTT G20 di Bali dan penugasan Wapres untuk menghadiri KTT COP27 di Sharm El-Sheikh, Mesir serta agenda kenegaraan lainnya.
Juru Bicara Wapres, Masduki Baidlowi mengatakan, baru bertemunya Jokowi dan Maruf karena adanya kesibukkan masing-masing.
"Karena memang ternyata dengan berbagai kesibukan baik kesibukan presiden atau kesibukan wakil presiden itu sehingga sebulan lebih antara Presiden dan wakil presiden tidak ketemu," kata Masduki dalam keterangan pers, Senin (21/11/2022).
Masduki menjelaskan, Presiden saat itu tengah disibukkan persiapan KTT G20 dan kesibukan menghadiri konferensi di wilayah Asia Tenggara. Sedangkan, Wapres juga tengah disibukkan untuk menghadiri pertemuan konferensi perubahan iklim atau KTT COP27 di Mesir.
"Sehingga terjadi kesibukan maka tadi ketika presiden dan wakil presiden ada dalam satu kota ditempatkan untuk bertemu untuk berbicara beberapa hal," ucap dia.
Masduki pun menegaskan, bahwa pertemuan kedua pemimpin ini menandakan hubungan harmonis antara keduanya.
Sebab, sebagaimana diketahui, ketidak hadiran Maruf dalam perhelatan KTT G20 di Bali pada 15-16 November 2022 lalu menimbulkan banyak pertanyaan dan praduga dari masyarakat.
"Isu tersebut tidak benar, selama ini Presiden dan Wapres bekerja beriringan, dan saling berbagi tugas kenegaraan. Bahwa yang namanya Presiden dan Wapres itu satu irama, satu jalan, tidak ada pertentangan apapun, itu yang penting," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK