Suara.com - Tiket Piala Dunia FIFA 2022 tersedia secara online. FIFA telah mengungkapkan harga tiket untuk Piala Dunia 2022.
Biaya tiket untuk pertandingan grup berkisar dari $105 hingga $210 (IDR 1.650.415 - IDR 3.300.830), sedangkan tiket untuk final berkisar harga dari $455 hingga $1,100 ( IDR 7.151.800 - IDR 17.290.065). Tanggal penjualan tiket dimulai pada 21 November 2021. Anda dapat menemukan di sini harga tiket nonton Piala Dunia dan cara belinya.
Harga Tiket Piala Dunia FIFA 2022
Tiket tersedia dalam kategori tiket berikut:
Kategori 3 (Tempat Duduk Terpesan) – 782.00 USD ( IDR 12.292.180)
Kategori 2 (Tempat Duduk yang Dipesan) – 971.00 USD ( IDR 15.263.052)
Kategori 1 (Tempat Duduk yang Dipesan) – 1,300.00 USD (IDR 20.434.571)
Match Club Hospitality (Tiket Kategori 1 & Hospitality) – 3,000.00 USD (IDR 47.156.703)
VIP (Tempat Duduk Cadangan) – 3,500.00 USD (IDR 55.016.153)
Cara Membeli Tiket Piala Dunia FIFA 2022
Penggemar sepakbola yang ingin nonton secara live harus berangkat ke Qatar untuk Piala Dunia 2022. Anda bisa nonton dengan membeli tiketnya lebih dahulu.
FIFA telah mengumumkan cara membeli tiket untuk piala dunia 2022, di mana penggemar sepakbola bisa membeli tiket di situs web resmi FIFA. Berikut caranya:
- Anda harus memiliki akun tiket FIFA Anda sendiri lengkap dengan informasi yang akurat.
- Untuk tiket Piala Dunia FIFA 2022, 500.000 tiket masih tersisa.
- Tersedia tiket termurah dengan harga $69 (IDR 1.084.6040).
Tim lolos ke Qatar 2022
32 negara yang lolos ke Piala Dunia FIFA 2022 adalah Qatar (Tuan Rumah), Argentina, Brasil, Inggris, Prancis, Spanyol, Belgia, Portugal, Jerman, Belanda, Uruguay, Kroasia, Denmark, Meksiko, Amerika Serikat, Senegal, Wales, Polandia, Australia, Jepang, Maroko, Swiss, Ghana, Republik Korea, Kamerun, Serbia, Kanada, Kosta Rika, Tunisia, Arab Saudi, Republik Islam Iran, Ekuador.
Jadwal Pembukaan Piala Dunia FIFA 2022
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT