Suara.com - Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan keluarganya turut diundang di resepsi pernikahan putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep dan Erina Gudono pada Minggu (11/12/2022) malam.
Detik-detik kedatangannya pun banyak diabadikan, termasuk di video unggahan akun TikTok @majulahnegeriku6. Tidak sendirian, SBY terlihat diikuti oleh kedua putra dan menantunya untuk memenuhi undangan tersebut.
Tampak SBY langsung naik ke pelaminan di Pura Mangkunegaran untuk bersalaman dengan mempelai serta keluarga. Tak lama setelahnya ganti Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) beserta istri masing-masing yang ikut naik untuk menyalami para mempelai.
Momen ini tampak disambut hangat oleh warganet yang mungkin sudah lelah melihat panasnya dunia politik Tanah Air. Apalagi karena SBY dan Partai Demokrat diketahui bertindak sebagai oposisi dari pemerintahan Jokowi saat ini. Bahkan ada yang berkomentar nyeleneh dan mengungkit kembali pernyataan SBY siap turun gunung beberapa waktu lalu.
Namun, kedatangan SBY dan keluarganya turut membuat publik kembali teringat dengan penjelasan Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari.
Qodari membandingkan kehadiran SBY dengan absennya Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, dengan alasan harus berobat ke Jerman.
"Kira-kira ini indikasi bisa terjadi pertukaran tempat di pemerintahan antara Nasdem dengan Demokrat. Jadi gesturnya SBY datang itu merapat ke pemerintahan Jokowi, minimal membuka komunikasi," ungkap Qodari, dikutip dari WartaEkonomi.co.id -- jaringan Suara.com.
Qodari menuturkan, bisa jadi kedatangan SBY ini adalah gestur untuk pihaknya membuka diri, termasuk bila kemudian Ketum Partai Demokrat AHY ditawari tempat di kabinet pemerintahan Jokowi.
"Buat Demokrat sendiri sebetulnya sangat bagus agar AHY masuk ke dalam pemerintahan. Dari dulu saya pernah bilang PR-nya AHY itu adalah pengalaman pemerintahan. Setelah gagal di Pilkada DKI Jakarta, saya sudah menyarankan untuk Mas AHY itu masuk ke dalam pemerintahan untuk menduduki jabatan menteri," beber Qodari.
"AHY itu sebenarnya potensial paket lengkap. Pertama, itu dia punya partai; Kedua, dia punya penampilan. Yang kurang dari AHY itu hanya satu, yaitu pengalaman di pemerintahan," imbuh sang pengamat politik.
Lantas, apakah kedatangan SBY dan keluarga di resepsi pernikahan Kaesang benar-benar akan menjadi pembuka masuknya AHY di kabinet?
Tag
Berita Terkait
-
Kontroversi Acara Ngunduh Mantu Kaesang-Erina, Abaikan SE Men PANRB tentang Gerakan Hidup Sederhana?
-
Gibran Minta Maaf Lagi, Warga Marah Acara TV Berantakan dan Jalanan Macet Gegara Nikahan Kaesang
-
Tingkah Kaesang Disebut Seperti Latihan Paskibra Saat Prosesi Kirab, Warganet: Mas Kaesang Lupa Kalau Sedang Jadi Manten
-
Bukan Sembarang Rp300 Ribu, Ini Keistimewaan Cetakan Uang Mahar Kaesang untuk Erina
-
Tak Diajak Foto Bareng Iriana Jokowi dan Teman-temannya, Kaesang Pangarep Kesal: Tolong Reunian di Tempat Makan Aja
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset
-
John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura
-
Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi
-
Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG
-
Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini
-
Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR
-
Dinilai Keliru, Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan atas Inpres Koperasi Merah Putih
-
Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan
-
Norman Joesoef Jadi Wamenhan? Pakar: Rawan Konflik Kepentingan dan Pengalaman Birokrasi Nol
-
Misteri Penusukan di 16 Ilir Palembang, Pria Banyuasin Alami Luka di Kepala hingga Bahu