Suara.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tengah menjadi sorotan setelah munculnya polemik terkait pemugaran rumah kader PDIP menggunakan dana Baznas.
Polemik tersebut muncul berawal dari cuitan di akun Twitter-nya @ganjarpranowo pada Jumat (30/12/2022) lalu. Dalam cuitannya, Ganjar mengaku akan merenovasi rumah kader dalam rangka menjelang HUT ke-50 PDIP.
Merespons hal tersebut, Refly Harun ikut angkat bicara. Ia mempertanyakan soal kejujuran salah satu pihak yang terseret dalam masalah tersebut, yakni Ketua Baznas Jawa Tengah Ahmad Daroji.
"Yang jadi masalah adalah Ketua Baznas Jawa Tengah ini jujur atau tidak," kata Refly seperti dikutip melalui unggahan di kanal YouTube-nya pada Senin (2/1/2023).
Refly Harun mempertanyakan apakah Ahmad Daroji sedari awal mengetahui dana Baznas akan digunakan untuk memugar rumah kader PDIP.
Jika memang mengetahui, Ketua Baznas Jawa Tengah tersebut seharusnya tidak akan membiarkan dana tersebut digunakan untuk berkampanye.
"Kalau ketua Baznas tahu bahwa dana itu mau dikampanyekan untuk memugar 50 warga PDIP, seharusnya dia menolak," ujar Refly.
"Dia mengatakan harusnya 'Tolong partainya tidak usah ditonjolkan, pokoknya orang miskin saja'. Jadi dia sudah punya sense seperti itu," sambungnya.
Dalam pernyataannya, pengamat politik ini juga menduga adanya tendem antara Baznas dan Gubernur Jawa Tengah. Jika memang dugaan tersebut benar, maka hal tersebut merupakan hal yang melenceng dan tidak dapat dibenarkan.
Baca Juga: Ingin Hattrick, Megawati Diduga Kuat 'Depak' Puan Maharani demi Usung Ganjar Pranowo di Pemilu 2024
"Tapi kalau dari awal Baznas tandem sama gubernur untuk tujuan-tujuan politik tertentu, itu yang tidak boleh," terang Refly.
Berita Terkait
-
Ingin Hattrick, Megawati Diduga Kuat 'Depak' Puan Maharani demi Usung Ganjar Pranowo di Pemilu 2024
-
Bikin Heboh Gegara Bantu Kader PDIP Pakai Dana Baznas, Ganjar Bikin Orang Makin Sinis ke Megawati Cs
-
Anies dan Ganjar Dibandingkan Saat Banjir Terjang Semarang, Rektor UIC: Alhamdulillah Tak Ada Kritik Keras ke Ganjar
-
'Pangeran Tiktok Kemana?' Sindir Rizal Ramli Soal Banjir Semarang, Sebut Sudah Diperingatkan Megawati
-
'Demi Kemenangan' Golkar Disarankan Segera Naturalisasi Ganjar Pranowo: PDIP Tetap Puan?
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Kasus Suap Mahasiswa UBK, BEM UMY: Tak Bisa Selesai Hanya dengan Maaf
-
Usut Kasus Silmy Karim, KPK Geledah Kantor Biro Jasa di Bali
-
Dua Kebakaran Serang Duren Sawit Dini Hari, 23 Jiwa Terdampak dan Ratusan Juta Rupiah Ludes
-
KPK Periksa 13 Saksi Kasus Silmy Karim di Jakarta dan Bali, ASN Hingga Swasta Dicecar
-
Kafe MIlik Gofar Hilman di Melawai Terbakar Gara-Gara Percikan dari Fryer
-
Jakarta Menuju 500 Tahun, Pemprov Genjot Transportasi, Pendidikan, dan Penataan Permukiman
-
Indonesia Punya Potensi PLTS Besar, tapi Kenapa Baru Sedikit yang Terpakai?
-
JC Ditolak Kejagung, Kubu Sony Sonjaya Tetap Ancam Bongkar 'Dosa' Pejabat di Kasus MBG
-
Militerisasi Masuk Sektor Agraria, Konflik Lahan Naik 300 Persen pada 2025
-
Bukan Atas Nama Cinta, MUI Tegaskan Penganiaya YTR di Bandung Tak Boleh Lolos dari Hukuman Berat