Suara.com - Sosok Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo turut menghadiri perayaan hari ulang tahun (HUT) PDIP yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada Selasa (10/1/2023).
Alih-alih turut memeriahkan suasana, kehadiran Ganjar dalam ajang perhelatan tersebut malah membawa momen canggung. Bahkan, ia sempat tampak mati kutu saat menadapatkan perlakuan dari para petinggi partai.
Dicuekin Megawati, duduk di belakang, dan tidak dapat potongan tumpeng
Puncak momen canggung kehadiran Ganjar bermula ketika sosok Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri tak menggubris kehadiran sang Gubernur Jateng di acara tersebut.
Ganjar juga terlihat duduk di barisan kedua bersama para kader lain selama acara, tak seperti Puan Maharani yang berhak duduk di depan karena merupakan elite partai.
Ganjar juga menerima perlakuan berbeda dengan kader partai lainnya. Adapun sang ketua umum partai tak memberikan potongan tumpeng layaknya kader lain.
Megawati hanya memanggil beberapa pejabat negara dan elite PDIP untuk naik ke atas panggung dan menerima tumpeng langsung darinya, di antaranya Presiden Jokowi, Ma'ruf Amin, Pramono Anung, Puan Maharani, Prananda Prabowo, Hasto Kristiyanto dan Olly Dondokambey.
Gubernur Jawa Tengah ini ternyata bukan jadi pemeran utama HUT PDIP yang digadang-gadang akan membawa kejutan. Banyak yang menduga kejutan HUT PDIP tersebut adalah keluarnya nama capres yang selama ini berputar di dua nama yakni Ganjar Pranowo dan Puan Maharani. Nyatanya, Ganjar bahkan tak disebut nama oleh sang Ketua Umum.
Momen Ganjar mati kutu disentil kader Demokrat
Baca Juga: Kader PDIP Teriaki Ganjar Pranowo Presiden, Netizen Sentil Pekerjaan Belum Selesai di Jateng
Politisi Partai Demokrat Cipta Panca Laksana sontak memanfaatkan momen canggung di tengah para kader ternama PDIP tersebut untuk memberi sentilan menohok.
Panca melalui akun Twitter pribadinya dan memberi sorotan khusus pada kehadiran Ganjar di acara itu. Adapun Ganjar yang harus duduk berhimpit bersama kader level daerah lainnya menjadi poin utama sindiran yang dilayangkan oleh Panca.
Panca juga menyeret Yusuf Dumdum yang tak lain merupakan salah satu pegiat media sosial yang kerap menyanjung-nyanjung sosok gubernur tersebut.
"Harusnya minta tolong si dumdum biar dapat duduk paling depan, @yusuf_dumdum biar lo ada gunanya," tulis @panca66 seperti dikutip Suara.com pada Rabu (11/1/2023).
Kolom komentar cuitan Panca sontak diwarnai dengan sindiran yang senada mengomentari hilangnya citra Ganjar dalam acara HUT PDIP.
"Kasihan ya kuncup sebelum berkembang," tulis warganet.
Berita Terkait
-
Kader PDIP Teriaki Ganjar Pranowo Presiden, Netizen Sentil Pekerjaan Belum Selesai di Jateng
-
Bingung Bu Mega Tak Diserang BuzzerRp usai Sebut Jokowi Nggak Ada Apa-apanya, Netizen: Dia Pemilik Sah ....
-
Ekspresi Para Menteri Jadi Sorotan Saat Megawati Soekarnoputri Ngaku Bakal Banyak Follower Jika Selfie
-
Tak Ada Kejutan dari Megawati di HUT PDIP, Ini Komentar Rudy dan Gibran
-
Jadi Satu-satunya Penentu Nama Capres PDIP, Megawati Dinilai Langgengkan Cara Feodal
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Kronologi Pemudik Terjebak di Jalan Sawah Sleman Akibat Google Maps, Antrean Panjang Tak Terhindar
-
Puncak Arus Balik dari Jogja Pertama Terlewati, Gelombang Kedua Diprediksi Akhir Pekan
-
Bocor! China Bikin Peta Laut hingga Indonesia untuk Hadapi AS di Perang Dunia III
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
Terkini
-
KPK Panggil Ulang Gus Yaqut Hari Ini, Ada Apa Setelah Status Penahanan Kembali ke Rutan?
-
Iran Ajak Negara Arab Bersatu Bentuk Pakta Pertahanan Berbasis Al Quran
-
Noel Mau Ikutan Yaqut untuk Ajukan Pengalihan Penahanan, KPK: Kewenangan Hakim
-
Pramono Anung Tegaskan Kebijakan WFA bagi ASN DKI Berlaku hingga 27 Maret
-
Awal Retaknya Hubungan Trump - Netanyahu, Skenario Rahasia Mossad yang Gagal
-
Nasib Selat Hormuz dan Pasokan Minyak Dunia Bergantung Pada Respon Iran Terhadap Proposal AS
-
ASN Jakarta Malas Kerja Usai WFA Siap-siap Disanksi, Pramono Anung: Tak Ada Keringanan!
-
Puncak Arus Balik dari Jogja Pertama Terlewati, Gelombang Kedua Diprediksi Akhir Pekan
-
Syarat Mutlak Iran Bagi Kapal Internasional di Selat Hormuz Agar Bisa Melintas Dengan Selamat
-
Pramono Minta Penertiban Parkir Liar Diperkeras, Soroti Monas hingga Belakang Grand Indonesia