Konten mandi lumpur yang dikelola Sultan Akhyar itu rupanya menggunakan empat akun TikTok berbeda. Jumlah orangtua lanjut usia yang mengguyur badan tergantung pada jumlah koin yang diberikan selama live streaming.
Koin tersebut dapat berupa bentuk gift mawar atau lainnya yang tersedia dengan nominal berbeda-beda. Sultan Akhyar juga mengklarifikasi bahwa air yang digunakan untuk mengguyur bukan air lumpur melainkan air empang.
Walau begitu banyak netizen yang menilai tindakan Sultan Akhyar itu merupakan perbuatan tak bermoral dan mengeksploitasi manusia terlebih orangtua. Bahkan Menteri Sosial Tri Rismaharini turut menyoroti aksi "pengemis online" tersebut.
Belum lama ini ada pengusaha bernama John LBF yang meminta Sultan Akhyar untuk menghentikan konten mandi lumpur tersebut. Namun Sultan Akhyar justru meminta uang sebesar Rp200 juta dengan alasan untuk kesejahteraan keluarga dan warga di lingkungan tempat tinggalnya.
Kontributor : Trias Rohmadoni
Berita Terkait
-
Ramai Dirujak Netizen, Kreator Mandi Ungkap Akui Hal Mengejutkan
-
Viral Ibu-ibu Mandi Lumpur Sambil Live Tiktok, Deddy Corbuzier dan Uus: Ini Pasti Ada Dalangnya!
-
Viral Mandi Lumpur Mengingatkan pada Ice Bucket Challenge, Termasuk Ancaman Bahaya untuk Kesehatan?
-
Tak Peduli Disebut Mengemis, Kreator Mandi Lumpur: Senang Aja
-
Sultan Akhyar Pemilik Konten Emak-Emak Mandi Lumpur, Ungkap Dirinya Bisa Beli Barang Mewah Karena Gift dari Tiktok
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti
-
Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi
-
Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi
-
Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi
-
Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah
-
Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa
-
Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM
-
Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"
-
Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan
-
Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Ceramah JK