Suara.com - Hevearita Gunaryanti Rahayu atau akrab disapa Mbak Ita resmi menjadi Wali Kota Semarang periode 2021-2026 menggantikan Hendrar Prihadi. Ia yang dilantik pada Senin (30/1/2023) mencatatkan sejarah baru
karena menjadi wanita pertama yang berhasil menjabat posisi tersebut di Semarang.
Tak heran, jika nama Hevearita Gunaryanti Rahayu kini tengah menjadi sorotan. Berbagai informasi tentangnya kerap memicu rasa penasaran publik. Tak terkecuali harta kekayaannya yang sudah Suara.com rangkum berikut ini.
Harta Kekayaan Hevearita G Rahayu
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), ia terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 31 Desember 2021. Saat itu dirinya tercatat memiliki harta yang totalnya mencapai Rp 2,5 miliar.
Adapun rinciannya, harta sebesar Rp 4.284.090.000 tercatat berupa tanah dan bangunan yang tersebar di kota dan Kabupaten Semarang. Pertama, ada hasil sendiri dengan luas 292 m2/200 m2 senilai Rp 2.175.540.000.
Masih hasil sendiri, Mbak Ita memiliki tanah seluas 282 m2/170 m2 senilai Rp 1.911.550.000. Sementara aset kategori ini yang satunya lagi merupakan warisan dengan luas 500 m2 seharga Rp 197.000.000.
Untuk kekayaan berupa alat transportasi dan mesin hanya sebesar Rp 5.500.000. Adapun rinciannya, sepeda motor honda tahun 2008 senilai Rp 3.500.000. Lalu, motor honda manual tahun 1996 dengan harga Rp 2.000.000.
Mbak Ita juga tercatat memiliki harta bergerak lainnya sebesar Rp 439.268.711. Lanjut, ada kas dan setara kas senilai Rp 805.143.493. Harta kekayaannya jika dijumlahkan mencapai Rp 5.534.002.204.
Namun, dalam laporan tersebut, Mbak Ita tertulis memiliki hutang sebesar Rp 2.970.687.889. Oleh karena itu, total harta kekayaan yang dimilikinya hanya Rp 2.563.314.315 atau Rp 2,5 miliar.
Baca Juga: Profil Hevearita Gunaryanti Rahayu, Wanita Pertama yang Menjabat Wali Kota Semarang
Resmi Jadi Wali Kota Semarang
Hevearita Gunaryanti Rahayu atau biasa disapa Mbak Ita resmi dilantik sebagai Wali Kota Semarang periode 2021-2026 menggantikan Hendrar Prihadi yang kini menjadi Ketua LKPP. Ia merupakan wanita pertama yang menjabat posisi ini di Semarang.
Pelantikannya dilakukan oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Gedung Gradhika Bakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (30/1/2023). Selain itu, dihadiri pula oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, dan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.
Sebelumnya, Mbak Ita adalah Wakil Wali Kota Semarang periode 2016-2022. Ia kemudian ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Semarang sejak 10 Oktober 2022, dan kini dilantik menjadi Wali Kota Semarang meneruskan masa jabatan hingga 2026 mendatang.
Terpilihnya wanita kelahiran 4 Mei 1966 sebagai Wali Kota Semarang itu menggantikan Hendrar Prihadi yang kini menjabat Kepala Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) RI periode 2022-2027.
Kontributor : Xandra Junia Indriasti
Berita Terkait
-
Profil Hevearita Gunaryanti Rahayu, Wanita Pertama yang Menjabat Wali Kota Semarang
-
Pidato Ganjar Pranowo Buat Megawati Angguk-angguk dan Tak Henti Tepuk Tangan, Tanda Restu Calon RI 1?
-
Momen Unik Dibalik Pelantikan Wali Kota Semarang, Mbak Ita Sungkem ke Ibunda
-
Resmi Menjabat Sebagai Wali Kota Semarang, Ini Profile Hevearita Gunaryanti Rahayu yang akrab Disapa Mbak Ita
-
Wow! Khusus Hadiri Pelantikan Mbak Ita Jadi Wali Kota, Megawati Terbang ke Semarang
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'
-
Anggota DPRD DKI beberkan kondisi memprihatinkan Flyover Pesing