Bakal Calon Presiden yang diusung oleh Koalisi Perubahan, Anies Baswedan baru-baru ini menyinggung ada menteri koordinator atau menko yang secara terbuka menyampaikan hendak mengubah konstitusi. Namun, Anies tidak menyebutkan lebih jelas terkait dengan sosok meko yang dimaksud olehnya.
Juru bicara Menko Kemaritiman dan Investasi (Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan, Jodi Mahardi turut merespons adanya pernyataan dari Anies dengan satire. Ia menyebut bahwa Anies tengah melontarkan teka-teki.
Jodi mengatakan bahwa yang dibutuhkan oleh Indonesia saat ini bukanlah teka-teki. Melainkan keberlanjutan dan juga kejelasan.
Jodi juga menjawab saran dari Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali yang menyarankan untuk mencari di mesin pencari online atau Google terkait dengan siapa Menko yang mencoba mengubah konstitusi. Jodi sendiri mengaku tidak menemukan jawaban tersebut di Google.
Pernyataan Anies Baswedan Teriak Menko Mau Ubah Konstitusi
Sebelumnya ramai menjadi sorotan, Anies Baswedan menyebut bahwa ada Menko yang secara terang-terangan berbicara perubahan konstitusi. Ia tidak pernah membayangkan pernyataan tersebut disampaikan di hadapan publik secara terang-terangan.
Anies mengajak kepada semua pihak yang memiliki komitmen dengan Demokrasi untuk bisa lebih lantang menyuarakan. Ia juga menyinggung ada sosok Menko yang justru berbicara ingin mengubah konstitusi.
Respons MPR RI
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid menyebut bahwa Anies Baswedan hanya menuduh terkait dengan kabar seorang menteri koordinator (menko) di pemerintahan yang bermanuver akan mengubah konstitusi.
Baca Juga: Kena Spill: Ada 2 Partai Baru akan Gabung Dukung Anies Baswedan di Pilpres 2024, Siapa Saja?
Jazilul menegaskan wacana amandemen UUD sudah tidak ada lagi di MPR saat ini. Ia menyebut pintu untuk mengamandemen di MPR sudah tertutup untuk periode 2019-2024 ini.
Wakil Ketua Umum PKB tersebut juga dengan tegas mempertanyakan terkait dengan cara menko mengubah konstitusi seperti yang telah dituduhkan oleh Anies. Ia termasuk pihak yang mempertanyakan sosok Menko yang dimaksud.
Jazilul menyebut perubahan konstitusi hanya bisa melalui MPR saja. Namun sayang saat ini sudah tidak ada pintu amandemen Undang-Undang dasar 1945 melalui MPR.
Sebelumnya, Anies yang saat ini dikenal sebagai bakal calon presiden (capres) dari bakal Koalisi Perubahan menyebutkan ada menko di pemerintahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang hendak mengubah konstitusi Indonesia.
Hal tersebut disampaikan dalam acara Silaturahmi dan Dialog Kebangsaan Tokoh KAHMI yang digelar oleh KAHMI Jaya di Ancol, Jakarta pada Kamis (16/3/23) malam. Meski begitu, Anies tidak menyebut Menko apa yang hendak mengubah konstitusi tersebut.
Kontributor : Syifa Khoerunnisa
Berita Terkait
-
Golkar Ingatkan Anies: Bersaing Secara Sehat, Tak Usah Tuduh-tuduh Menko Ingin Ubah Konstitusi
-
Anies Sebut Ada Menko Ingin Ubah Konstitusi, PDIP: Mengada-ada, Jangan Bikin Gaduh!
-
Kena Spill: Ada 2 Partai Baru akan Gabung Dukung Anies Baswedan di Pilpres 2024, Siapa Saja?
-
Teka-teki Siapa Sosok Menko yang Disebut Anies Baswedan Ingin Ubah Konstitusi
-
'Tidak Komit Demokrasi!' Anies Baswedan Sentil Sosok Menko yang Ingin Ubah Konstitusi, Siapa?
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Pati Viral Lagi! Anak Bakar Rumah Ortu Gara-gara Tak Diberi Uang Merantau
-
Boni Hargens: Tak Perlu Buat UU Baru, Kompolnas Telah Diperkuat UU Polri Hasil Revisi
-
Kesal Tak Diberi Uang, Pria di Pati Diduga Bakar Rumah Orang Tuanya Sendiri
-
Sopir Truk Penabrak Tokoh Pramuka Herman Resmi Jadi Tersangka, Ini Pengakuannya
-
Disemprot Doktor Ekonomi, Kritik Rieke 'Oneng' Soal Anggaran KemenHAM Dinilai Asal Bunyi
-
Hanya Kirim PDF Tanpa Balasan, Polres Jakpus Jelaskan Soal Aksi BEM UI Tak Ajukan Izin Resmi
-
3 Fakta Dugaan Korupsi MBG: Kejagung Geledah Enam Lokasi, DPR Minta Program Dihentikan
-
Jangan Adu Rakyat vs Rakyat, TB Hasanuddin Tegaskan Komcad Tak Boleh Hadapi Demo Mahasiswa
-
Nasib 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan, Jadi Besi Tua atau Dipaksa Jalan Demi MBG?
-
Divonis 13 Tahun Penjara, Sejumlah Pakar Duga Ada Kejanggalan di Putusan Hukum Arief Pramuhanto