Suara.com - Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya mengingatkan Demokrat dan PKS atas kesepakatan yang ada terkait dukungan terhadap Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden. Di mana ketiga partai sepakat menyerahkan pemilihan calon wakil presiden kepada Anies.
Willy sengaja mengingatkan adanya kesepakatan tersebut untuk mencegah adanya pihak-pihak yang memaksakan tokoh tertentu menjadi pendamping Anies. Termasuk bila Demokrat masih kukuh mendorong nama AHY.
"Ingat saja itu poinnya, apa poin deklarasinya. Teman-teman lihat, poin deklarasi NasDem, poin deklarasi Demokrat, poin Deklarasi PKS. Tiga-tiganya memberikan kewenangan kepada Mas Anies untuk menentukan cawapres," kata Willy di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (21/3/2023).
Menurut Willy, ketiga partai sudah memiliki kesepakatan secara tertulis soal poin penentuan cawapres tersebut. Ia hanya menyegarkan kembali ingatan partai-partai di dalam penjajakan Koalisi Perubahan.
"Jadi nggak usah khawatir, barang yang tertulisnya ada. Apa yang menjadi poin-poin kesepakatan. Kesepakatan bersama lho ya, tiga partai dan capres terkait cawapres dan lain-lain," kata Willy.
Kendati begitu, Willy tidak mempermasalahkan apabila partai-partai di dalam Koalisi Perubahan janya sebatas menyampaikan aspirasi perihal sosok cawapres.
"Sebagai konteks aspirsi sah-sah saja. Boleh-boleh saja," kata Willy.
Berita Terkait
-
Usung Anies Capres 2024, Koalisi Perubahan Bakal Deklarasi Awal Ramadhan Tahun Ini
-
Ogah Ngoyo Lihat AHY-Anies Bertemu, PKS: Mereka Perkuat Konsolidasi
-
Survei SMRC: Elektabilitas Ganjar Naik 26 Persen dari 2021, Bikin Prabowo dan Anies Bisa Keok di Pilpres 2024
-
Survei Elektabilitas Capres Versi Indo Barometer: Ganjar Pranowo Teratas Beda Tipis dengan Prabowo, Anies Posisi Ketiga
-
Pelantikan Digelar Tertutup, Heru Budi Rombak Jajaran Pejabat Tinggi Pratama Peninggalan Anies
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka