Suara.com - Aksi emak-emak mengamuk kembali terjadi. Kali ini, peristiwa dipicu setelah sosok 'ras terkuat di bumi' itu tidak bisa membawa pulang barang belanjaannya dari minimarket karena belum membayar.
Alhasil, emak-emak itu terlibat cekcok oleh pegawai minimarket. Kejadian itu terekam oleh seorang warga dan menjadi viral di media sosial. Salah satunya seperti yang dibagikan akun Instagram @/giladiskonn.
"Beliau ini sungguh kocak geming," tulis akun ini dalam caption seperti dikutip Suara.com, Kamis (13/4/2023).
Dalam video, terlihat ibu itu sudah menunggang motor di parkiran minimarket. Ia juga tampak sudah membawa tiga bungkus plastik berisi barang belanjaan.
Namun, emak-emak itu tidak bisa pergi dari parkiran karena dicegat oleh pegawai minimarket. Sang pegawai juga langsung merebut tiga bungkus plastik belanjaan yang mau dibawa pulang pelanggan itu, dan membawa masuk ke minimarket.
Melihat barang belanjaannya diambil lagi, emak-emak itu naik pitam. Ia yang masih duduk di motor, mengamuk dan mengatakan sudah membayar pajak. Aksinya itu sampai membuat sejumlah pegawai minimarket melongo ke arahnya.
Tak sampai di situ, emak-emak ini tampak berusaha merebut kembali barang belanjaannya. Ia kembali masuk ke minimarket dan mengancam pegawai untuk mengembalikan barang belanjaan yang belum dibayarnya.
Bahkan, emak-emak ini mengancam akan melaporkan ke kepolisian dengan dalih pelecehan jika barang belanjaan itu tidak dikembalikan ke tangannya.
"Part 2. Si ibunya kembali masuk minimarket marah-marah kepada pegawai minimarket, meminta belanjaannya dikembalikan dengan dalih dilecehkan. Apabila nggak dikasih belanjaannya akan lapor polisi," tulisnya.
Sontak, aksi 'ganas' emak-emak itu langsung banjir komentar warganet. Banyak yang memberikan komentar kocak hingga ikut menegur aksi tak masuk akal emak-emak itu.
"Kenapa belanjaannya bisa sampai motornya wkwk?" tanya warganet geli.
"Makin maju teknologi ternyata tidak bisa memajukan pola pikir ternyata," sindir warganet.
"Bu, pulang bu. Modus nyari gratisannya gak berhasil. Malu," saran warganet.
"Tapi kalau belum bayar kenapa belanjaan bisa ada di motornya? Bukannya pembayaran itu dikasir dan barang baru bisa dibayar setelah lunas?" tanya warganet.
"Efek udah ngebet pingen belanja tapi gajian masih lama," celutuk warganet.
Berita Terkait
-
Suami Gerebek Istri Sembunyikan Pria Selingkuhan di Kolong Kasur, Warganet: Padahal Bulan Puasa Setan Dikerangkeng!
-
Viral ChatGPT, Kominfo Ikutan Pakai AI Buat Teks Pidato Konferensi Pers
-
Viral Detik-detik Tangan Bocah Terjepit Eskalator di Mal
-
Viral! Gegara Rantai Ayunan Putus, Kedua Wanita Ini Hampir Meregang Nyawa di Tepi Jurang
-
Viral Emak-emak Kepergok Tak Mau Bayar Belanjaan di Minimarket, Berdalih Sudah Bayar Pajak
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
RS Tolak Pasien karena JKN Nonaktif, Mensos Gus Ipul: Mestinya Disanksi BPJS, Tutup Rumah Sakitnya
-
Mensos Gus Ipul: RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS Penerima Bantuan Iuran
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!