Suara.com - Rekaman aksi 'koboi' pria pengemudi di dekat Tol Tomang, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, viral di media sosial. Ia terciduk bersikap tak pantas terhadap pengendara lain pada Kamis (4/5/2023).
Hal ini sampai menerima sorotan dari Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni. Sahroni menyoroti pelat nomor dinas polisi pada kendaraan pria koboi dan meminta Polda Metro Jaya mengusutnya.
Tak hanya itu, pelaku juga kerap melakukan sederet aksi jahat, hingga korban, yang merupakan seorang sopir taksi online bernama Hendra (40), memutuskan melapor.
Pakai pelat palsu
Pria koboi itu saat kejadian menggunakan pelat mobil dinas polisi bernomor 10011-VII. Usai dilakukan penelusuran, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memastikan bahwa nopol itu palsu.
Sebab, berdasarkan pemeriksaan, data nomor tersebut tidak terdaftar di logistik Polda Metro Jaya. Hal ini dikatakan Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol M Latif Usman, Jumat (5/5/2023).
Bawa senpi
Sikap mengerikan ditunjukkan pria koboi usai ia menghampiri Hendra dengan membawa senjata api (senpi). Namun terkait jenis pistol yang digunakannya untuk mengancam korban itu, pihak kepolisian saat ini masih belum bisa memastikan.
Lakukan intimidasi
Baca Juga: Aksi Koboi Jalanan, Hotman Paris Geram: Polisi Cari Orang Ini
Terkait apa yang dilakukan pria koboi disebut-sebut sebagai tindakan intimidasi. Sebab, ia menakut-nakuti orang lain dengan sesuatu yang dimiliki, yakni senjata.
Belum lagi pelat nomor polisi yang dipakai di mobilnya, di mana korban bisa merasa khawatir karena berurusan dengan aparat.
Aniaya sopir taksi
Dalam video yang beredar, pria koboi itu dengan senjatanya juga terlihat memaki dan menampar Hendra.
Atas dasar hal ini, sopir taksi online tersebut lantas membuat laporan ke pihak kepolisian karena dirinya menjadi korban penganiayaan. Laporannya bernomor LP/B/2319/V/2023/SPKT/Polda Metro Jaya.
Polisi kejar pelaku
Berita Terkait
-
Aksi Koboi Jalanan, Hotman Paris Geram: Polisi Cari Orang Ini
-
Aksi Koboi Jalanan, Hotman Paris Geram: Polisi Cari Orang Ini
-
Tak Terima Aksi Koboi Jalanan pada Sopir Taksi Online di Jakarta, Netizen Ramaikan Medsos Polda Metro Jaya
-
Kronologi Aksi Koboi Jalanan Tenteng Senpi Aniaya Sopir Taksi Online Versi Korban
-
Geram Aksi Koboi Jalanan Diduga Pelaku Berplat Dinas pada Sopir Online, Netizen Bilang Begini
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara