Suara.com - Curah hujan tinggi yang terjadi sejak Kamis malam, 13 Juli 2023 menyebabkan beberapa daerah di Sumatera Barat terkena banjir. Kekinian, seperti apa daerah yang terkena Banjir di Sumatera Barat?
Bukan hanya itu saja, hujan lebat tersebut bahkan juga menyebabkan sejumlah longsor sehingga akses jalan tertutup. Berikut update info seputar daerah yang terkena Banjir di Sumatera Barat.
1. Daerah yang terkena banjir di Sumatera Barat
Kota Padang merupakan salah satu daerah yang terkena dampak paling serius karena banjir yang ada.
Selain itu, ada pula Kepulauan Mentawai, Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Pariaman, Kabupaten Kota Pariaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Pasaman Barat, dan beberapa wilayah di Sumatera Barat lainnya.
2. Pengungsi
Di Padang Pariaman sudah ada lebih dari 1.000 masyarakat yang diungsikan. Pemerintah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga masih terus berusaha menyalurkan bantuan, khususnya makanan ke warga yang masih memilih bertahan di rumahnya.
3. Tanah Longsor
Bukan hanya banjir, beberapa wilayah di Pesisir Selatan juga terkena tanah longsor sehingga akses ke lokasi bencana semakin sulit untuk dicapai.
Baca Juga: 4 Langkah Menyetir Mobil dengan Aman saat Banjir
4. Korban Meninggal Dunia
Sampai saat ini (17/07), BPBD Sumbar telah melaporkan lima orang meninggal dunia. Dua korban dari kota Padang, dua lainnya dari Kabupaten Agam, dan satu dari Padang Pariaman.
Dari korban jiwa tersebut, empat diantaranya disebabkan oleh longsor sementara satu orang terbawa arus banjir. Kebanyakan korban dari banjir di Sumatera Barat telah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pariaman.
5. Bangunan Rusak
Selain korban jiwa yang masih terus dipastikan, banjir juga telah membuat lebih dari 800 unit rumah di sekitar Nagari Lubuak Pandan dan Nagari Anduriang rusak.
Meski kondisi di berbagai daerah yang terkena banjir di Sumatera Barat telah berangsur membaik, BNPB tetap mengimbau warga tetap waspada. Terlebih cuaca yang belum benar-benar menunjukkan akan menghilangnya hujan.
Oleh karena itu, bagi Anda yang tinggal di sekitar Kepulauan Mentawai, Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Pariaman, Kabupaten Kota Pariaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Pasaman Barat, dan Kota Padang tetaplah berhati-hati dan perhatikan imbauan sekitar.
Demikian informasi terkini mengenai banjir di Sumatera Barat dan beberapa daerah yang terdampak karenanya. Kondisi tersebut masih bisa berubah mengingat BNPB masih melakukan pengawasan.
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?
-
AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?
-
Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan