"Yang menentukan (stadion) FIFA bukan presiden, tugas kita menyiapkan memperbaiki, merenovasi. Kalau sudah FIFA ke sini, siap gak? Jadi itu," kata Jokowi kepada awak media saat kunjungan ke Jalak Harupat, Rabu (12/7/2023).
Sebelumnya, Anggota Fraksi PKS DPRD DKI Ismail menyebut penilaian kelayakan JIS untuk Piala Dunia U-17 tak bisa dilakukan sepihak oleh pemerintah saja. FIFA selaku induk organisasi sepak bola dunia disebutnya harus turun tangan melakukan pengecekan.
Menurutnya, kelayakan JIS untuk bisa menggelar Piala Dunia masih menjadi perdebatan. Karena itu, jika FIFA turun tangan langsung, maka penilaian akan dianggap lebih objektif.
"Itu satu hal berdebat, makanya ketika digabungkan tidak seusai standar FIFA pastikan mengundang FIFA untuk memberikan penilaian, sehingga ketika FIFA yang nanti memberikan penilaian itu lebih objektif," ujar Ismail kepada wartawan, Jumat (7/7/2023).
Polemik tersebut, sebelumnya juga membuat Juru bicara Anies Baswedan, yang juga Anggota Tim 8 Koalisi Perubahan, Sudirman Said angkat bicara soal sorotan dan sejumlah catatan terhadap Jakarta International Stadium (JIS) oleh pemerintah pusat-
Menurut Sudirman, kini muncul pertanyaan mengapa pemerintah sulit sekali mengakui stadion JIS menyeruak di tengah publik.
"Kok pemerintah pusat seperti terus mencari-cari kekurangan? Masyarakat pasti memiliki pertanyaan yang sama, apa salahnya mengakui ada karya anak bangsa yang bermutu tinggi?" kata Sudirman dalam keterangannya, dikutip Kamis (6/7/2023).
Kualitas Stadion JIS
Padahal dikatakan Sudirman banyak lembaga internasional, lembaga profesi dan pemain sepak bola internasional yang memberikan apresiasi pada kualitas stadion JIS.
Baca Juga: Pekan Ini, PDIP Ajukan Pansus JIS ke Pimpinan DPRD DKI Jakarta
Sudirman tidak menampik jika kemudian ada pandangan di masyarakat bahwa polemik terkait JIS bernuansa politis. Pasalnya JIS merupakan peninggalan Anies Baswedan selama menjabat Gubernur DKI Jakarta.
"Persepsi demikian mau tidak mau terbentuk karena sudah didahului dengan berbagai peristiwa yang sejenis. Seperti yang terjadi pada Formula E semasa Anies, yang dipersulit, dikritik dan tidak diberi dukungan sponsor. Namun begitu Anies selesai (menjabat), menjadi program yang diminati banyak pihak dan banjir sponsor," kata Sudirman.
Sebelumnya, Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Arya Sinulingga mengungkap jika JIS bisa dipilih menjadi salah satu venue Piala Dunia U-17 2023, jika dianggap layak oleh FIFA.
Khusus JIS, diungkapkannya ada beberapa catatan yang harus dibenahi meski punya kapasitas besar. Salah satunya faktor keamanan agar sesuai dengan standar FIFA.
Arya mengatakan JIS bisa dipakai sebagai venue Piala Dunia U-17 2023 jika dianggap layak oleh FIFA. Oleh karena itu, Arya berharap perbaikan di JIS nantinya bisa dikebut.
"Piala Dunia U-17 2023 akan bergulir. Bagaimana dengan JIS? JIS akan dipakai jika dianggap layak bagi FIFA, akan ada perbaikan-perbaikan di JIS," tulis Arya di Instagram @arya.m.sinulingga, Rabu (28/6/2023).
"Semoga nantinya perbaikan ini bisa menjadikan JIS secara keamanan layak, karena faktor keamanan adalah faktor penting dalam penyelenggaraan pertandingan sepak bola. Semoga semua bisa dikebut," sambungnya.
Sebagaimana diketahui, saat ini Indonesia kembali dipercaya FIFA untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 2023 setelah sebelumnya batal menggelar Piala Dunia U-20 2023.
Ajang ini nantinya bakal dihelat mulai 10 November sampai 2 Desember 2023. Sebanyak 24 negara akan turut serta di kejuaraan ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Selly Gantina Kecam Aksi Biadab Pacar Sekap Perempuan 3 Tahun di Bandung: Tak Boleh Ada Impunitas
-
Jelang 500 Tahun Jakarta, DPRD Minta Aspirasi Warga Jadi Prioritas Pembangunan
-
Bawa Puluhan Bukti! Koalisi Gugat Perjanjian Dagang RI-AS yang Dinilai Tabrak Konstitusi
-
Hotman Paris Pakai Tongkat ke Singapura, Bawa Amanah Rp500 Juta dari Bos Mayapada untuk Yuvita
-
Fakta di Balik Kasus Yuvita: Mengapa Penyiksaan 3 Tahun Bisa Terjadi Tanpa Diketahui Warga?
-
Alasan Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator ke LPSK Meski Ditolak Kejagung
-
Dua Peserta Meninggal, Pakar UGM Desak Latihan Militer SPPI Dihentikan!
-
Tak Menyerah, Sony Sanjaya Ajukan Justice Collaborator ke LPSK Setelah Ditolak Kejagung
-
Penumpang Pasar Senen Kalahkan Gambir, Tren Perjalanan Kelas Ekonomi Menguat
-
HUT Jakarta ke-499, Pemprov DKI Terima 499 Sertifikat Aset Daerah Senilai Rp 22,2 Triliun