Suara.com - Rumah tangga Nenek Rohaya dan Slamet Riyadi yang viral karena terpaut 55 tahun harus berakhir. Cinta nenek Rohaya dibawa sampai akhir hayatnya. Ia meninggal dunia pada Rabu (6/9/2023).
Kisah Slamet Riyadi dan Nenek Rohaya pernah menjadi sorotan publik. Banyak yang menduga bahwa pernikahan mereka tak akan bertahan lama, namun pasangan ini membuktikan sebaliknya. Meski ada jarak usia hampir 55 tahun, keduanya tetap harmonis.
Diketahui bahwa keduanya resmi menjadi pasangan suami istri pada 2017.
Slamet terus merayakan momen bahagia dalam pernikahannya. Pada 2021, ketika merayakan tahun pernikahan keempat, Slamet berusia 20 tahun sementara Rohaya berusia 75 tahun.
“Saya selalu terpesona dengan istri saya dan merasa nyaman di rumah,” ungkapnya.
Mereka berdua tinggal di sebuah desa di dekat Palembang, Sumatera Selatan dan telah bersama selama lima tahun.
Meski keduanya berasal dari daerah yang sama, kisah cinta mereka dimulai saat bertemu secara tidak sengaja pada 2017.
Ketika itu, Slamet yang baru berusia 16 tahun mengajukan lamaran pada Rohaya yang saat itu berusia 71 tahun. Hal ini tentu saja mengejutkan keluarga Slamet, bahkan nenek Slamet seumuran dengan Rohaya.
Banyak yang menentang hubungan mereka. Slamet pun sempat melakukan upaya ekstrem untuk mendapatkan restu.
Baca Juga: Innalillahi, Nenek Rohaya yang Nikahi Pemuda Terpaut 55 Tahun Meninggal Dunia
Namun, pada akhirnya, mereka memutuskan untuk bersatu pada tahun 2017. Pernikahan mereka menjadi perhatian global.
Banyak yang menduga ada motif finansial di balik pernikahan ini dengan spekulasi bahwa "Slamet hanya tertarik pada harta Rohaya karena dia pasti kaya raya."
Namun, anggapan tersebut ternyata salah. Rohaya hidup dalam keadaan yang tidak mampu dan bekerja sebagai petani biasa.
Nenek Rohaya Meninggal
Nenek Rohaya pada akhirnya membawa cintanya sampai mati. Ia dikabarkan meninggal dunia di Ogan Komering Ulu (OKU), Baturaja Sumsel, sekitar pukul 11.30 WIB.
Informasi mengenai nenek Rohaya yang meninggal tersebut dibagikan oleh salah satu akun instagram publik.
Tag
Berita Terkait
-
Innalillahi, Nenek Rohaya yang Nikahi Pemuda Terpaut 55 Tahun Meninggal Dunia
-
Ngaku Tak Mudah Tentukan Cawapres, Prabowo Putuskan Pakai Cara Nenek Moyang
-
Duka Keluarga Josi di Padang Pariaman yang Terpaksa Dirahasiakan dari Sang Nenek Tercinta
-
Kebakaran Lahan di Sendang Wonogiri, Nenek Parni Ikut Dilahap Si Jago Merah
-
Farel Aditya Berhenti Sekolah, Sang Nenek Benarkan Cucunya Ingin Jadi Artis
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno