Suara.com - Otoritas bencana Jepang mengeluarkan peringatan tsunami pascagempa berkekuatan 7,4 mengguncang wilayah pantai Laut Jepang, Jepang tengah, Senin (1/1/2024).
Menurut data dari Badan Meteorologi Jepang, gelombang tsunami diperkirakan bisa mencapai 5 meter.
Mengutip dari Antara, para presenter di stasiun televisi nasional Jepang menganjurkan penduduk di Ishikawa untuk segera bergerak mencari daerah lebih tinggi.
"Gelombang tsunami berbahaya akibat gempa ini mungkin terjadi dalam jarak 300 km dari pusat gempa, di sepanjang pantai Jepang,” kata Pusat Peringatan Tsunami Pasifik yang berada di Hawaii, Senin.
Sementara itu, kantor berita Jepang, NHK melaporkan, peringatan tsunami juga dikeluarkan untuk wilayah Niigata, Toyama, Yamagata, Fukui dan Hyogo, juga di sepanjang Pantai Laut Jepang.
Berbagai video amatir beredar di media sosial memperlihatkan situasi ketika gempa terjadi.
Salah satunya situasi di stasiun kereta api bawah tanah.
Terlihat papan informasi yang mengantung goyang cukup kencang.
Sementara itu, para penduduk memilih untuk duduk sebagai bentuk antisipasi yang dilakukan ketika gempa terjadi.
Baca Juga: 500 Petugas Dikerahkan Penanganan Gempa Sumedang, Seberapa Parah Dampaknya?
Berita Terkait
-
Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Jepang, Peringatan Tsunami Dirilis
-
Jepang Bukan Level Asia Tenggara, Hajar Thailand 5-0 di Laga Uji Coba
-
Peringatan untuk Timnas Indonesia, Jepang Bantai Thailand 5-0 Pakai Pemain Pelapis!
-
Review Film "Over Drive", Aksi Balap Mobil yang Seru dan Menegangkan
-
500 Petugas Dikerahkan Penanganan Gempa Sumedang, Seberapa Parah Dampaknya?
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Respon Cepat Aduan, Kemnaker Pastikan Aturan Outsourcing 2026 Bakal Direvisi
-
Akademisi UI Kritik Kehadiran Aparat di Kampus Saat Ujian Doktoral Dokter Tifa
-
Gubernur Jateng Garansi Izin Kapal Nelayan Kecil Gratis: Ketemu Pungutan, Laporkan!
-
iPhone XS Bekas Koruptor Laku Rp34 Juta, KPK Jamin Data Sudah Factory Reset
-
Qodari Tolak Negosiasi Program MBG, Pengamat Nilai Bisa Picu Protes Publik Lebih Besar
-
Bukan Dibegal, Dua Korban Tewas di Selokan Bekasi Ternyata Korban Tawuran
-
Rano Karno Menangis di Sidang Paripurna HUT Jakarta: 'Jejak Jutaan Langkah, Keringat, dan Harapan'
-
Menteri PPPA Ungkap Kondisi Perempuan yang Diduga Disekap Pacar Selama Tiga Tahun di Bandung
-
KPK Bongkar Dedi Congor Nikmati Uang Panas Rp30 Miliar dari Kasus Bea Cukai
-
Jejak Pelarian Michael Steven Berakhir: Buronan Kasus Pasar Modal Rp337 M Dipulangkan ke RI