Suara.com - Polisi berlakukan sistem one way jalur wisata untuk mengurai kemacetan bagi kendaraan yang akan keluar dari kawasan wisata Pantai Anyer-Cinangka, Kabupaten Serang, Banten, pada Senin (1/1/2024).
Kasat Lantas Polres Cilegon AKP Riska Tri Arditia, di Cilegon, Banten, Senin, mengatakan polisi telah melakukan rekayasa arus lalu lintas dari jalur wisata Anyer-Cinangka untuk mengurai kemacetan dengan menerapkan sistem one way.
"Kami telah memberlakukan sistem one way pada pukul 17.00 WIB di jalan Raya Anyer - Cilegon untuk mengurai kepadatan kendaraan yang akan keluar dari kawasan wisata pantai Anyer," kata Riska.
Ia mengatakan, sejak pagi kepolisian telah melakukan tiga kali one way dengan memprioritaskan kendaraan yang akan masuk ke dalam kawasan Pantai Anyer dan sekitarnya.
"Tadi pagi untuk yang mau masuk ke kawasan wisata kita terapkan one way. Dan yang sekarang kita prioritaskan untuk kendaraan yang mau keluar," ujarnya.
Pantauan saat di lokasi, nampak kondisi lalu lintas dari Cilegon menuju wisata Pantai Anyer mengalami kemacetan panjang. Yang didominasi oleh kendaraan pribadi hingga bus wisata tampak tertahan menuju objek wisata Pantai Anyer, Kabupaten Serang, Banten.
Ratusan kendaraan wisatawan memadati Jalan Raya Anyer mulai dari Jalan Tiga Area Pasar Anyer hingga depan Tugu Mercusuar Anyer.
Selain itu, objek wisata Pantai Anyer juga nampak dipadati ribuan pengunjung yang berasal dari berbagai daerah mulai dari Tangerang, Jakarta, Bandung, dan Bogor, terlihat dari kendaraan yang terparkir di sejumlah lokasi pantai. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat