Suara.com - Calon Presiden (Capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo berbagi cerita soal pengalamannya saat hidup sederhana. Waktu kecil, ia dan ketiga saudaranya bahkan harus berbagi satu buah telur saat makan.
"Saya pernah merasakan sulitnya kehidupan, bahkan untuk makan telur saja satu butir harus dipotong menjadi empat karena harus berbagi dengan saudara-sudara saya," kata Ganjar di instagram.
Belajar dari pengalaman itulah, Ganjar mengaku bisa merasakan betapa berartinya bantuan yang diberika. Apalagi jika bantuan tersebut berasal dari pemerintah.
"Dari pengalaman itu, saya bisa merasakan betapa berartinya sebuah bantuan apalagi dari pemerintah, seperti Bansos, Bantuan Langsung Tunai (BLT), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Keluarga Harapan (PKH) dan program-program lain," kata Ganjar.
Melihat besarnya manfaat program-program itu, Ganjar berniat bukan hanya melanjutkan tapi juga akan memperbaiki serta meningkatkan sistem pelayanannya.
Oleh karena itu, bersama wakilnya Mahfud MD, Ganjar memperkenalkan satu program unggulan yang baru dari pasangan Ganjar-Mahfud yakni KTP sakti yang merupakan gabungan dari karti-kartu yang sudah ada.
Dengan KTP sakti ini, kata Ganjar, nantinya cukup menggunakan KTP saja bagi seluruh warga untuk bisa mendapatkan akses semua layanan pemerintah yang ada.
"Baik dari pusat, hingga yang ada di daerah termasuk bantuan sosial dengan KTP sakti layanan publik akan menjadi lebih mudah dan cepat," terangnya.
Di balik program KTP Sakti ini tentu dibutuhkan sistem teknologi informasi yang sangat maju. Karenanya, Ganjar-Mahfud sudah menyiapkan program satu data yang akan mengintegrasikan databes yang sudah ada.
Baca Juga: Kecam Aksi Aparat TNI Aniaya Relawan Ganjar di Boyolali, Megawati: Kalian Itu Abdi Negara!
Dengan program satu data, kata Ganjar, nantinya pengambilan keputusan jauh lebih akurat.
Tag
Berita Terkait
-
Tak Terlihat Dampingi Ganjar di HUT ke-51 PDIP, Ke Mana Mahfud MD?
-
Ketika Alam Ganjar Terkabul Jadi Sekjen PBB dan Eca Aura Kerja Sebagai Kasir, Tak Ada Cerita Roman di Pilpres 2024
-
Pantas Alam Ganjar Kepincut, Eca Aura Ogah Disebut Crazy Rich Malang
-
Kecam Aksi Aparat TNI Aniaya Relawan Ganjar di Boyolali, Megawati: Kalian Itu Abdi Negara!
-
Dapat Nilai 5 dari Ganjar, Momen Prabowo Hampiri dan Salaman dengan Puan Jadi Sorotan: Emang Boleh Sesantun Ini
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Suap Ketua BEM UBK Coreng Wajah Gerakan Mahasiswa, Aktivisme Bayaran Jadi Penyakit Akut
-
Dini Hari Mencekam di Duren Sawit: Api Lahap Warung Kelontong, 18 Jiwa Nyaris Terpanggang
-
Anak Sekolah Rawan Terinjak di Demo Makan Gratis Batam: Siapa yang Harus Diseret ke Hukum?
-
Kecelakaan Truk di Flyover Tomang, Material Besi Berserakan Lumpuhkan Jalur
-
Israel Panik Ketegangan AS-Iran Mereda, Sebut Pejanjian Damai akan Untungkan Hizbullah
-
Wall Street Panik Ditinggal Gen Z? Eks Gubernur New York Dorong Saham AS Mudah Dibeli Warga Global
-
Prabowo Kunker ke Gorontalo Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII 2026
-
Implementasi 'Menambang dengan Hati', NHM Sukses Fasilitasi Operasi Jantung Warga Doro di Jakarta
-
Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
-
Polda Jabar Libatkan Ahli Kejiwaan untuk Dalami Kondisi Psikologis Taufik Hidayat