Suara.com - Calon Presiden atau Capres Anies Baswedan diketahui pernah menjadi imam sholat bagi Prabowo Subianto. Paslon nomor 1 tersebut terlihat masih menggunakan baju batik saat menjadi imam kala ini.
Belum diketahui momen ketika sholat berjamaah tersebut. Namun di foto yang beredar di media sosial TikTok terlihat paslon nomor urut 2 pada Pilpres 2024, Prabowo Subianto menjadi makmum dalam sholat berjemaah tersebut.
Foto lawas memperlihatkan saat Anies Baswedan pernah menjadi imam sholat bagi Prabowo Subianto pun kemudian viral kembali di media sosial.
Banyak yang kemudian mengomentari momen ini. Dari sejumlah netizen berpendapat jika keduanya pernah dekat dan bersama.
Kebersamaan tersebut terlihat dari momen sholat berjamaah tersebut. Namun kemudian ada netizen yang menghubungkan dengan kondisi Pilpres terkini.
Bagi pendukung Anies, momen ini diartinya jika memang sudah saatnya Anies Baswedan memimpin rakyat Indonesia termasuk Prabowo Subianto.
Dalam video yang beredar tersebut juga terdapat kutipan dari sosok ustaz pimpinan Gontor.
Pimpinan pondok pesantren ini mengingatkan jika memilih pemimpin sangat diperlukan kejelian dan cermat.
"Anda ingin memilih yang benar, belum tentu menang. Anda memilih yang menang, belum tentu benar," ujarnya.
"Mantapkan pilih yang benar, karena hisabnya ringan di akhirat, namun jika tidak menang, hanya kalah sebentar. Ingatlah mengenai hizab yang kekal di akhirat," ujar suara di video tersebut.
Tag
Berita Terkait
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Peluang Prabowo-Gibran di Pilpres 2029 Dinilai Masih Terbuka, Manuver Jokowi Jadi Sorotan
-
Kapolri Temui Prabowo di Istana, Stabilitas Keamanan dan Hari Bhayangkara Jadi Bahasan
-
PGRI: Jangan Cap Guru Mata Duitan karena Minta Gaji Layak
-
Datangi Kediaman Jokowi di Solo, Sespri Prabowo Rizky Irmansyah Jadi Sorotan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar