Zulfan menerangkan setelah itu pertemuan Prabowo dengan Taufik Kiemas berlangsung dan ia sudah tak ikut lebih lanjut.
"Ujung-ujungnya jadilah Prabowo itu memiliki yang namanya sekaligus dong karena Kiani Kertas itu pabrik kertas. Dan gak mungkin, orang punya pabrik kertas gak punya lahan," jelas Zulfan.
"Ketika Kiani Kertas di take over Prabowo dari BPPN, otomatis lahannya terikut, yang di Kalimantan dan Aceh. Aceh itu pohon pinus, Aceh Tengah, begitu juga dengan lahan-lahan di Kalimantan, itu juga berkaitan dengan Kiani Kertas," tambah Zulfan.
Menurut Zulfan, persoalan tanah itu sebenarnya sudah selesai. Bahkan Taufik Kiemas sempat mengatakan kepada dirinya bahwa ia senang jika Prabowo mau mengambil itu.
"Yudahlah fan, bagus kalau Prabowo mau ngambil itu. Daripada diambil oleh asing," kata Zulfan menirukan perkataan Taufik Kiemas.
Dijelaskan oleh Zulfan, ide agar tanah tidak dikuasai asing justru diungkap oleh Taufik Kiemas. Sebelumnya, Jusuf Kalla juga sempat mengatakan hal sama.
"Ide jangan diambil oleh asing itu, pak Taufik (Kiemas) dulu," tegas Zulfan.
Berita Terkait
-
Nusron Wahid Minta Penyebaran Isu Soal Fragmentasi dan Perpecahan dalam Kabinet Indonesia Maju Dihentikan
-
Biasanya Bahas Gosip, Feni Rose Kini Kritik Program Kampanye
-
Respons PBNU atas Wacana Pilpres Sekali Putaran, Gus Ipul: Puasa Ramadhan Bisa Dilaksanakan Lebih Khusyu
-
Dalam Silaturahmi dengan PGPI di Hambalang, Prabowo Cerita Asal Usul Nama Padepokan Garuda Yaksa
-
600 Pendeta PGPI Nyatakan Dukungannya untuk Prabowo dalam Malam Silaturahmi dan Makan Bersama
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?