Suara.com - Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) mengungkapkan tiga pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) terkena hoaks atau informasi bohong di media sosial.
Adapun jumlah hoaks yang ditemukan Mafindo sepanjang 2023 sebanyak 2.330 dengan hoaks politik sebanyak 1.292 dan 645 di antaranya adalah hoaks terkait Pemilu 2024.
Ketua Presidium Mafindo Septiaji Eko Nugroho menjelaskan, semua kandidat pada Pilpres 2024 menjadi sasaran utama hoaks politik, baik dengan konotasi positif maupun negatif.
Menurutnya, capres nomor urut 1 Anies Baswedan menjadi kandidat yang paling banyak disebut dalam hoaks sebanyak 206 bernada positif dan 116 bernada negatif sementara pasangannya, Muhaimin Iskandar mendapatkan hoaks dengan 17 positif dan 5 negatif.
Kemudian, capres nomor urut 2 Prabowo Subianto disebut dalam hoaks 28 bernada positif dan 66 negatif sementara wakilnya, Gibran Rakabuming Raka disebut pada 12 hoaks berkonotasi positif dan 74 negatif.
Septiaji menyebut, topik hoaks yang paling banyak ditemukan adalah dukungan/pengakuan kepada kandidat 33,1 persen, diikuti isu korupsi 12,8 persen dan penolakan terhadap kandidat 10,7 persen dan karakter atau gaya hidup negatif kandidat 7,3 persen. Sedangkan isu kecurangan pemilu sebesar 5 persen dan isu SARA 3,9 persen.
"Isu kecurangan pemilu harus disikapi dengan sangat serius oleh penyelenggara pemilu. Karena isu ini yang diprediksi meningkat tajam setelah hari-H (14 Februari 2024), dan berpotensi membuat orang menolak hasil pemilu dan memantik keonaran."
"Kami sudah menemukan beberapa konten hoaks yang mendelegitimasi penyelenggaraan pemilu seperti hoaks mobilisasi ODGJ (orang dengan gangguan jiwa), hoaks sistem teknologi informasi (TI) KPU, dan isu keberpihakan penyelenggara pemilu,” kata Septiaji dalam keterangannya, Jumat (2/2/2024).
Lebih lanjut, dia menjelaskan upaya menangani hoaks tidak cukup dengan melakukan fact checking atau pemeriksaan fakta.
Baca Juga: Anies Baswedan Jadi Sasaran Utama Hoaks Pemilu 2024 Terbanyak
Dia memandang sangat penting upaya pencegahan dalam bentuk vaksinasi informasi atau prebunking dengan menyajikan konten yang bisa mengedukasi publik sehingga memiliki kekebalan atau imun kuat saat terpapar hoaks.
Saat ini, kata Septiaji, Mafindo bekerja sama dengan Bawaslu RI dan Koalisi Masyarakat Sipil Lawan Disinformasi Pemilu 2024 yang terdiri dari 20 organisasi masyarakat sipil, serta Koalisi Cekfakta.com dengan 25 media online dan Koalisi DAMAI dengan 11 organisasi, berkolaborasi menghadang hoaks Pemilu 2024.
"Kolaborasi ini perlu terus diintensifkan dengan melibatkan platform digital, penyelenggara pemilu, pemerintah, dan warganet," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan
-
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir
-
Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah
-
Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia
-
Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'
-
Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah