Suara.com - Putra Vincent Rompies, Farrel Legolas Rompies diduga menjadi salah satu pelaku perundungan atau bullying di Binus School Serpong, Tangerang Selatan.
Atas munculnya kabar tersebut, warganet beramai-ramai menggeruduk akun Instagram @vincentrompies.
Baca Juga:
Titiek Soeharto Bakal Gigit Jari? Prabowo Ternyata Punya Nama Lain untuk Jadi Ibu Negara
1 Pendukung Ganjar Pranowo Masuk Rumah Sakit Terkena Gangguan Jiwa
Reaksi Iwan Fals Lihat Komeng Jadi Anggota Dewan: Negeriku Tambah Lucu Nih
Seorang warganet sampai-sampai mengingatkan Vincent untuk bisa mengajari anaknya dengan baik.
"Tolong ajarin anak loe yang sok itu untuk berperilaku baik... Mau jadi Mario Dandy jilid 2? Mukulin junior pake kayu, divideoin, mukulin ramai-ramai, disundul rokok, sampe ngancem bunuh adik korban yang masih kelas 6 SD... pls @binusschoolserpong tolong keluarin dan lapor polisi...," kata seorang warganet dengan akun @san**** dikutip Selasa (20/2/2024).
Namun, ada pula warganet yang merasa iba kepada Vincent akibat ulah anak sulungnya tersebut.
Vincent diingatkan warganet akan adanya sanksi sosial yang muncul imbas dugaan kasus bullying tersebut.
"Personal Branding yang dibangun bertahun-tahun dihancurkan oleh sang anak sendiri :') yang sabar bang. Tapi lo harus terima sanksi sosialnya meskipun pergaulan anak lo di luar kendali lo, INGET volume netizen juga di luar kendali lo," tutur @90******.
Kasus Bullying
Kasus bullying atau perundungan yang terjadi di SMA Binus, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel) terus diselidiki kepolisian. Sejumlah nama anak-anak dari kalangan artis dan tokoh politisi ikut terseret dalam perundungan tersebut.
Baru-baru ini terungkap sejumlah peran para terduga pelaku saat melakukan bullying ke salah satu korban hingga dilarikan ke rumah sakit.
Nama anak Vincent Rompies ikut berperan dalam kasus yang viral ini. Mengutip akun TikTok @sindantsu, Selasa (20/2/2024) sejumlah foto dan catatan ditampilkan dalam beberapa slide.
Berita Terkait
-
Uang Pangkal Ditaksir Capai Ratusan Juta, Fasilitas Sekolah Anak Vincent Tak Kaleng-Kaleng
-
Profil Binus School Serpong, Sekolah Elit Tercoreng Kasus Bullying Anak Selebritis
-
Momen Vincent Rompies Caci Tukang Bully, Malah Anaknya Jadi Terduga Pelaku
-
Vincent Rompies Ngeluh Anaknya Suka Membantah, Desta: Berkaca Pada Diri Lu
-
Uang Pangkal Sekolah Anak Vincent Rompies Tembus Ratusan Juta, Biaya Mahal Tak Jamin Bebas dari Bullying
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan