Suara.com - Setelah melakukan aksi begal payudara terhadap seorang mahasiswi di Makassar, Sulawesi Selatan, seorang pria berinisial M (22) harus merasakan amukan massa. M yang merupakan mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) ini tertangkap basah saat melakukan aksinya di jalan yang sepi.
Korban yang tidak terima atas perlakuan M, melakukan perlawanan dan berusaha mengejarnya. Saat terjatuh, M menjadi bulan-bulanan warga sekitar yang mayoritas adalah ibu-ibu.
Beruntung, aparat keamanan segera datang dan mengamankan M untuk menghindari amukan massa yang lebih parah.
Video aksi korban melakukan perlawanan pada begal payudara ini diunggah ulang akun Instagram @majeliskopi, 24 Februari 2024.
"Mahasiswa terduga pelaku Begal Payudara ditangkap Warga dan diamuk emak-emak di Kec. Tamalanre Kota Makassar, Sulsel, Rabu (21/02/2024) malam," tulis akun tersebut.
Terlihat korban berhasil mengejar pelaku begal payudara dan menabraknya hingga terjatuh. Tak berapa lama ibu-ibu setempat ikut mengamankan laki-laki itu.
Baca juga:
AHY Tolak Hak Angket Pelanggaran Pemilu, Melunak Usai Jadi Menteri?
Gabung di Kabinet Jokowi, AHY Disindir Kader Sendiri: Jelas Hanya Mengejar Jabatan!
Korban sempat memukul pelaku sambil mengambil wajahnya untuk divideokan. M kini telah diamankan di Satreskrim Polrestabes Makassar untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Ia terancam dijerat Pasal 6 huruf -a Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.
Aksi begal payudara disekap ibu-ibu ini sempat menarik perhatian netizen. Menurut mereka perempuan (korban) dan para ibu-ibu tersebut sangat heroik.
"Keren Aku sebut Ibu itu Sang pemberani," tulis netizen di akun tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar