Suara.com - Putra Ganjar Pranowo, Alam Ganjar dikenal sebagai sosok yang cerdas. Ia juga unggul dalam bidang olah raga Esports.
Bahkan pemuda berusia 22 tahun itu merupakan seorang CEO Tim Esport yang diberi nama Pigmy Esports yang berdiri sejak 2023.
Namun siapa sangka, dibalik bakat dan kecerdasan yang dimilikinya itu Alam Ganjar justru menyerah terhadap satu pertanyaan jika ditujukan pada dirinya.
Putra tunggal Siti Atikoh itu mengaku menyerah jika ditanya soal namanya. Hal itu diungkap Alam lewat akun X miliknya.
"Ges, i'm willing to accept any questions (Saya bersedia menerima pertanyaan apapun). Tapi buat disclaimer, ada satu pertanyaan yang sampe sekarang gabisa aku jawab. Aku juga gatau kenapa aku dikasi nama Alam Ganjar, bukan Alam Pranowo," kalakar Alam pada nggahan beberapa waktu yang lalu, dikutip Rabu (19/03/2024).
Unggahan itupun mendapat beragam komentar lucu dari netizen.
"Masih saudara sama Alam Mbah Dukun?," canda seorang netizen.
"alam pranowo rawan typo nanti jadi beda bapak," timpal netizen lainnya.
Adapun dalam sebuah wawancara, Siti Atikoh sempat membeberkan alasan dirinya dan suami memilih nama Muhammad Zinedine Alam Ganjar untuk anaknya.
Baca Juga: Ngaku Sosok Introvert, Siti Atikoh Diulti Netizen Gara-gara Joget Kampanye: Terlalu Lincah
Berdasarkan sumber yang dilansir suara.com dari YouTube Kompas TV telah tayang pada 23 September 2023, ada 2 sebab dia memberi nama putranya Muhammad Zinedine Alam Ganjar.
Rupanya, asal-usul pemberian nama Alam ternyata sudah diniatkan sejak awal menikah. Hal itu ternyata berhubungan dengan hobi Ganjar Pranowo sejak masih single.
"Ketika married itu nanti kalau kita punya anak laki-laki pokoknya namanya Alam. Karena mas Ganjar kan pecinta alam bener-bener ya. Dia ketua Mapala. Kemudian ketika Alam lahir, nama belakang memang Ganjar karena family name", beber Siti Atikoh.
Sedangkan alasan kedua, lantaran Siti Atikoh adalah penggila bola dan saat itu lagi booming Zinedine Zidan. Maka dirinya menambahkan nama tersebut kepada putranya.
"Kemudian ketika lahir waktu itu kan saya memang gila bola ya. Lagi booming-boomingnya Zinedine Zidan. Cuma kalau Zidan sudah banyak, ya udah Zinedine saja. Itu sebenarnya kalau dari bahasa Aljazair itu Zainuddin. Jadi agak modern dikit Zinedine", jelasnya.
Berita Terkait
-
Ngaku Sosok Introvert, Siti Atikoh Diulti Netizen Gara-gara Joget Kampanye: Terlalu Lincah
-
Eks Politisi PDIP Bongkar Sebab Ganjar Keok di Pilpres, Kalah Pamor Sama Sosok Ini
-
Momen Ganjar Pranowo Sekeluarga Santap Mie di Jogja, Anaknya justru Banjir Sorotan
-
Boom Esports Juara PMSL SEA Spring 2024, Gagalkan Gelar Ketiga Alter Ego
-
Efek Pakai Behel, Wajah Dinda Hauw Ramai Disebut Mirip Siti Atikoh
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
RS Tolak Pasien karena JKN Nonaktif, Mensos Gus Ipul: Mestinya Disanksi BPJS, Tutup Rumah Sakitnya
-
Mensos Gus Ipul: RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS Penerima Bantuan Iuran
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!