Suara.com - Kehidupan rumah tangga artis Sandra Dewi belakangan jadi sorotan publik. Hal ini tak lepas dari kasus korupsi timah yang dilakukan oleh sang suami, Harvey Moeis.
Sebelum jadi sorotan publik karena kasus korupsi ini, pasangan Harvey Moeis dan Sandra Dewi kerap curi perhatian karena dikenal sebagai keluarga yang memiliki harta berlimpah.
Meski memiliki harta berlimpah, Sandra Dewi beberapa waktu lalu sempat mengakui bahwa ia kerap memberikan makanan untuk anaknya yakni olahan ikan kembung.
Baca juga:
Seperti diketahui, ikan kembung merupakan menu yang biasa tersaji di warung tegal alias warteg ataupun rumah makan padang. Ikan kembung merupakan jenis ikan laut sama seperti ikan tongkol ataupun tuna.
Harga ikan kembung di pasaran pun terbilang cukup terjangkau untuk Sandra Dewi. Ikan kembung biasanya dibandrol dengan harga perkilogram mencapai Rp50.000.
Menurut Sandra Dewi, ia memiliki alasan mengapa memberikan ikan kembung kepada dua anaknya tersebut. Menurut artis kelahiran Pangkalpinag itu, ikan kembung memiliki banyak gizi dan manfaat untuk anak-anak.
"Ini ikan murah lho, dan ini lebih sehat, ini bikin anak tinggi. Makanya di kelas anaku paling tinggi karena makan ikan kembung," kata Sandra Dewi seperti dikutip, Rabu (3/4).
Hal itu yang membuat Sandra Dewi tak malu untuk memberikan ikan kembung kepada anak-anaknya. "Jadi setiap hari anakku aku kasih ikan kembung," tambah istri Harvey Moeis itu.
Baca Juga: Deretan Koleksi Mobil Mewah Milik Harvey Moeis, Dua Unit Sudah Disita Kejagung
Sandra Dewi Ngaku Tak Bisa Pakai Kompor
Sebelumnya, Sandra Dewi sempat mengaku bahwa ia tidak bisa menyalakan kompor.
Hal ini diakui Sandra Dewi pada postingan live akun Instagram miliknya beberapa tahun lalu. Sandra mengatakan bahwa kompor induksi itu baru pertama dalam hidupnya coba ia nyalakan.
“Hari ini aku mau coba masak. Ini pertama kalinya saya memasak dan ini pertama kalinya saya mencoba kompor milik pak Harvey Moeis. Saya tidak pernah menggunakan kompor ini seumur hidup,” kata Sandra Dewi.
Baca juga:
Model kompor induksi yang berbeda pada kompor pada umumnya diakui Sandra Dewi membuatnya bingung.
Berita Terkait
-
Deretan Koleksi Mobil Mewah Milik Harvey Moeis, Dua Unit Sudah Disita Kejagung
-
Denny Sumargo Pilih Tutup Mulut Soal Korupsi Harvey Moeis: Jaga Perasaan Sandra Dewi dan Keluarga
-
Sosok Catharina Erliani Ibu Sandra Dewi, Sosialita Punya Koleksi Tas Branded Miliaran
-
Momen Harvey Moeis Mesra Bareng Sandra Dewi Pakai Jam Tangan Rp22 Miliar, Kini Berakhir Disita?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan