Suara.com - Timnas Indonesia U-23 akan menjalani laga penentuan Grup A Piala Asia U-23 2024 kontra Yordania di Stadion Abdullah Bin Khalifa, Minggu (20/4/2024) malam WIB.
Indonesia hanya butuh hasil imbang untuk lolos ke babak perempat final, apalagi jika mampu meraih kemenangan.
Timnas Indonesia U-23 juga sedang dalam kepercayaan diri tinggi. Ini setelah di matchday kedua mengalahkan Australia dengan skor tipis 1-0.
Baca Juga:
Stadion Abdullah bin Khalifa Saksi Bisu Kejayaan Timnas Indonesia: Dua Negara Tumbang!
Komang Teguh: Putra Kabupaten Bangli dan Pemain Pertama Indonesia yang Cetak Gol di Piala Asia U-23
Jika mampu lolos ke babak perempat final, Timnas U-23 sudah ditunggu dua raksasa Asia antara Korea Selatan dan Jepang.
Meski demikian, ada hal mengkhawatirkan terkait kartu kuning seandainya didapatkan saat melawan Yordania.
Melansir akun Instagram @garudafansbook, ada tiga pemain yang berpotensi absen di perempat fibal jika mendapat kartu kuning dipertandingan malam ini.
Baca Juga: Lawan Yordania, Pasukan Garuda Muda Kembali Harapkan Tuah Abdullah bin Khalifa Stadium
Mereka adalah kapten Rizky Ridho Ramadhani yang mendapatkan kartu kuning saat melawan Qatar di laga pembuka.
Baca Juga:
Bawa Indonesia U-23 Unggul, Komang Teguh Dicolek Bintang Persib Bandung hingga Artis
Halau Sepakan Mohamed Toure, Ernando Ari Rajin Tepis Penalti Lawan yang ke Arah Kiri
Kemudian Komang Teguh dan Jeam Kelly Sroyer mengantongi kartu kuning saat melawan Australia di match kedua.
"Tidak ada pemutihan kartu kuning di quarterfinal, pemutihan baru berlaku jika tim tersebut lolos ke semifinal," tulis postingan akun tersebut.
"Komang dan Jeam Kelly masih ada pengganti yang sepadan, tapi berharap Rizki Ridho tidak mendapatkan kartu kuning malam ini, karena ia salah satu pemain kunci," tambahnya.
Bagi skaud asuhan Shin Tae-yong, hasil imbang apalagi menang sudah bisa membawa Rizky Ridho dan kawan-kawan melangkah ke babak delapan besar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar