Nah sementara bila dibandingkan dengan Shin Tae-yong, pelatih yang memiliki kualitas Piala Dunia itu seperti yang telah dibocorkan Coach Justin memiliki bayaran sekitar Rp1 miliar.
Di kesempatan lain hal itu pernah diungkap oleh Mochamad Iriawan yang merupakan ketum PSSI sebelum Erick Thohir.
Saat bicara di podcast Deddy Corbuzier, sosok yang akrab disapa Iwan Bule itu menyebut bayaran Shin Tae-yong yakni USD 1 juta per tahun atau setara Rp1,1 miliar tiap bulannya.
“(Gaji Shin Tae-yong) Rp2 miliar per bulan, itu di luar kendaraan, apartemen, dan sebagainya. Tapi itu kan tim, ada 6 pelatih lainnya. Mungkin dia dapat Rp1,1 (miliar) lah,” jelas Iwan Bule kepada Deddy Corbuzier pada tahun 2022 lalu.
Shin Tae-yong sendiri di luar profesinya sebagai pelatih juga beberapa kali menjadi bintang iklan mulai dari aplikasi game online, produk otomotif, kopi, hingga bank.
Kekayaan pelatih Timnas Indonesia itu pada 2023 lalu mencapai USD 5 juta atau setara Rp74,4 miliar.
Dengan nilai itu, sepertinya pantas bila Hotman Paris mengklaim lebih kaya dibanding Shin Tae-yong.
Berita Terkait
-
3 Kelebihan Korea Selatan Menurut Shin Tae-yong, Nomor 2 Mau Diacak-acak Timnas Indonesia
-
Hadapi Korea Selatan, Kapten Timnas Indonesia U-23 Berambisi Lolos Olimpiade 2024
-
Hadapi Korea Selatan, Kata-Kata Ini Jadi Bukti Komitmen STY untuk Indonesia
-
Perempat Final Piala Asia U-23: Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia Lawan Korea selatan, Nathan Jadi Kunci
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Penguatan Peran MRP dalam Penyusunan RPP Perubahan Kedua PP 54/2004
-
Bukan Sekadar Pameran E-Voting, Wamendagri Minta Fasilitas Simulasi Pemilu Jadi Pusat Kebijakan
-
Wajah Baru Jakarta Menuju 5 Abad: Koridor Rasuna Said Jadi Pusat Diplomasi dan Budaya
-
Wamen PANRB Tegaskan Era Digital Butuh Pemimpin Visioner, Bukan Sekadar Manajer
-
Momen Haru Eks Wamenaker Noel Peluk Cium Putrinya usai Sidang: Ini yang Buat Saya Semangat
-
Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir
-
Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia
-
Kapolri Sebut Penguatan Kompolnas Cukup Masuk di Revisi UU Polri, Tak Perlu UU Baru
-
Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah
-
Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal