Suara.com - Kekerasan oleh senior yang terjadi di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda menjadi sorotan banyak pihak karena mengakibatkan seorang siswa asal Bali bernama Putu Satria Ananta Rustika (19) yang meninggal dunia pada Jumat (3/5/2024)
Hingga saat ini, Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara terus mendalami kasus pembunuhan taruna tingkat satu STIP yang meninggal di toilet kampus itu.
STIP Marunda adalah salah satu perguruan tinggi kedinasan di lingkungan Kementerian Perhubungan. Dimana STIP tersebut dipimpin oleh Kepala STIP yaitu Ahmad Wahid yang merupakan Dirjen Perhubungan Laut.
Ahmad Wahid sendiri sebelumnya mengatakan bahwa lembaganya sudah menghapuskan perpeloncoan.
"Jadi kita sudah hapus semua perploncoan karena itu bagian turun temurun," kata Kepala STIP Jakarta, Ahmad Wahid, Jakarta, Minggu, 5 Mei 2024.
Wahid menyampaikan peristiwa itu dipicu masalah pribadi antara korban dan pelaku. Sehingga, kejadian tersebut dinilai bukan bentuk perpeloncoan.
"Itu di luar kuasa kita karena tidak ada dalam program kita," ujarnya.
Nama Ahmad Wahid pun menjadi sorotan karena adanya kasus ini. Lalu seperti apa profil dan kekayaan Ahmad Wahid?
H Ahmad Wahid, ST MT MMarE lahir di Dodaiya Kepulauan Selayar Sulawesi Selatan pada 25 Juli 1965. Ia memulai pendidikanya di SDN Tile-Tile (1977) kemudian melanjutkan ke SMPN 1 Benteng (1981).
Baca Juga: Profil Andrew Andika, Artis yang Ketahuan Selingkuh dengan Ani ani
Lulusan D-IV Pendidikan dan Latihan Ahli Pelayaran Jakarta Jurusan D-IV Nautika (1996) ini melanjutkan pendidikkannya di S1 Universitas Hasanuddin Makassar Jurusan Teknik Perkapalan (2001) dan S2 Universitas Hasanuddin Makassar (2006).
Sedangkan jabatan yang pernah diemban Wahid di antaranya sebagai Kepala Subbag Administrasi Akademik (2003), Kabag Administrasi Akademik dan Ketarunaan (2004), Kepala Divisi Pengembangan Usaha (2010 - 2011).
Berdasarkan Laporan Kekayaan Harta Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK, Ahmad Wahid terakhir melaporkan kekayaannya pada 31 Desember 2022 dengan nilai total kekayaan Rp 12.426.898.846.
Adapun total rincian kekayaannya adalah :
TANAH DAN BANGUNAN Rp 3.350.565.500
Berita Terkait
-
Sama-sama Diperkuat Pemain Asing dan Naturalisasi, Mana yang Lebih Mentereng Antara Bali United dan Persib?
-
Profil Wisnu Wardhana, Pengusaha yang Dirumorkan bakal Jabat Menteri Keuangan di Kabinet Prabowo-Gibran
-
Jomplang, Beda Harta Kekayaan Sri Mulyani vs Risma: Duo Calon Gubernur DKI Jakarta versi PDIP
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati
-
Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya
-
Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak
-
Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita
-
Yuk Liburan ke Surabaya! Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733
-
DPR Ragukan Status Pesantren Predator Seks di Pati: Itu Hanya Kedok!