Suara.com - Sebanyak 2.086 personel gabungan akan dikerahkan untuk mengawal ketat laga Timnas Indonesia vs Irak yang bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis (6/6/2024).
“Personel gabungan itu terdiri dari TNI, Polri dan Pemprov DKI Jakarta,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, dalam keterangannya, Kamis.
Ribuan personel tersebut, lanjut Susatyo, disebar di sejumlah titik kawasan GBK, mulai dari pintu masuk hingga tempat berlangsungnya pertandingan.
Susatyo mengatakan, saat ini pihaknya tidak langsung memberlakukan rekayasa lalu lintas. Rekayasa lalin baru akan dilakukan jika kawasan Senayan membludak oleh penonton.
Susatyo mengaku anak buahnya akan menindak tegas para suporter yang membawa suar atau flare maupun kembang api atau petasan saat laga tersebut berlangsung.
Kapolres juga memastikan jika ribuan aparat yang berjaga di laga Indonesia vs Irak itu tidak dibekali senjata api dan tajam. Dia pun memerintahkan agar aparat mengedepankan sikap humanis kepada para suporter.
“Tetap humanis, kami layani saudara-saudara kita yang akan menonton pertandingan sepakbola, tidak ada yang membawa senjata api maupun sangkur dalam pengamanan. Tidak ada gerakan dan tindakan tambahan yang bersifat pribadi,” tutupnya.
Berita Terkait
-
Jokowi dan Kaesang Hadir di SUGBK Saksikan Laga Timnas Indonesia vs Irak
-
Timnas Indonesia Kebobolan di Menit ke-16, Tapi Gol Irak Dianulir Wasit
-
Tiba di GBK Disambut Para Menteri, Jokowi dan Kaesang Nonton Timnas Indonesia Vs Irak
-
Optimistis Timnas Indonesia Menang Lawan Irak, Begini Jawaban Gibran saat Ditanya Prediksi Skor
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Viral Pemotor di Cikarang Tabrak Penyapu, Pura-pura Menolong Lalu Kabur Sambil Buang Sandal Korban!
-
TB Hasanuddin: Kritik Pemerintah Bukan Ekstremisme, Perpres 8/2026 Rawan Multitafsir
-
Siasat Licin Kiai AS Hindari Polisi, Kabur ke Wonogiri Naik Travel Demi Tak Terlacak
-
Soal Homeless Media jadi Mitra Bakom, Indonesia New Media Forum Buka Suara
-
Kapolri Minta Jajaran Polri Perkuat Sinergi dengan APH Hadapi Dinamika Global
-
Viral Aksi Bejat Pria Rekam Rok Penumpang dari Kolong Peron Stasiun Kebayoran, Polisi Buru Pelaku
-
Cari Keadilan! Keluarga Korban Kekerasan TNI Serahkan Kesimpulan Gugatan UU Peradilan Militer ke MK
-
Orang Dekat Bobby Nasution Diperiksa KPK dalam Kasus Dugaan Suap Proyek PUPR Sumut
-
Kemendagri Perluas Pemanfaatan IKD, Ratusan Ribu Warga Akses Layanan Tanpa Fotokopi KTP
-
Berapa Harga Tiket Kapal Pesiar MV Hondius? Liburan Mewah Berujung Infeksi Hantavirus Mematikan