Suara.com - Lama tak terdengar, mantan Menko Polhukam Mahfud MD tiba-tiba muncul dan mencuri perhatian publik. Mantan Cawapres noimor urut 03 itu tiba-tiba berseteru dengan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman di media sosial X.
Perseteruan itu terkait dengan penanganan kasus pembunuhan Vina Cirebon, yang belakangan ini kembali viral.
Melalui akun media sosial X miliknya, Mahfud MD menantang Habiburokhman untuk membuktikan pernyataan dirinya mengenai kasus Vina Cirebon bisa selesai hanya dalam 7 hari.
Mahfud meminta Wakil ketua Komisi III DPR RI itu menyebutkan, kapan dan di mana ia pernah berucap hal demikian.
Tak hanya sekadar tantangan, Mahfud bahkan menyatakan berani merogoh kocek Rp100 juta jika memang Habiburokhman bisa menjawab tantangannya.
“Mas Habiburrokhman. Tunjukkan kapan dan dimana saya bilang ‘Kasus Vina Bisa Selesai 7 Hari’. Kalau ada saya bayar Rp 100 juta. Serius ini,” tulis Mahfud melalui akun X resminya pada Rabu (12/6/2024).
Kalimat tersebut mengiringi tangkapan layar salah satu pemberitaan media massa yang berjudul "Mahfud MD Sebut Kasus Vina Bisa Selesai 7 Hari, Habiburokhman Omong Kosong."
Cuitan Mahfud MD itu pun akhirnya dibalas oleh Habiburokhman di hari yang sama. Namun dalam balasannya itu, ia seakan-akan menyebut kalau dirinya tak pernah mengatakan jika Mahfud MD berucap kasus Vina Cirebon akan selesai dalam 7 hari.
Politikus Partai Gerindra itu malah menantang balik Mahfud MD untuk membuktikan penyataannya yang dianggap menyebut mantan Ketua MK itu dapat menangani kasus Vina Cirebon dalam 7 hari.
"Pak Mahfud, Tolong Tunjukkan kapan dan di mana saya bilang 'Pak Mahfud bilang kasus Vina bisa selesai 7 hari'," balas Habiburokhman di akun X @habiburokhman, dikutip pada Kamis (13/6/2024).
Duduk perkara perseteruan Mahfud dan Habiburokhman
Sebelumnya, Habiburokhman ditanya oleh awak media mengenai pernyataan yang diduga datang dari Mahfud MD, soal penyelesaian kasus Vina Cirebon dalam 7 hari.
Menanggapi pertanyaan itu, Habiburokhman menilai pernyataan yang diduga dari Mahfud MD itu hanya omong kosong dan tak bisa dibuktikan secara fakta.
"Itu cuma Omong kosong dari Pak Mahfud, sudah game over dia, jangan banyak komentar lagi,” jawab Habiburokhman di gedung DPR RI pada Rabu (12/6/2024).
Sementara secara faktual, memang belum ditemukan kapan dan di mana Mahfud MD pernah menyatakan dapat menyelesaikan kasus Vina Cirebon dalam 7 hari.
Mahfud memang pernah mengomentari kasus tersebut dalam video yang diunggah di channel YouTube miliknya, dalam segmen "Terus Terang Mahfud MD". pada Kamis (13/6/2024).
Dalam video itu, Mahfud menyebut, penyelidikan kasus pembunuhan Vina tidak professional dan diduga ada permainan di dalamnya.
"Menurut saya ini bukan sekadar unprofesional, tetapi memang ada permainan untuk melindungi seseorang, mendapat bayaran dari seseorang untuk mengaburkan kasus itu sebuah permainan yang sangat jahat," terang Mahfud MD dalam video:
Kontributor : Damayanti Kahyangan
Berita Terkait
-
Mahfud Bicara Penyakit Hukum Di Indonesia: Pembuatan Hukum Dan Perubahannya Sesuai Kepentingan Politik
-
Curhat saat Mahfud MD jadi 'Dosen Dadakan' di PDIP, Hasto Kristiyanto: Hukum Kini Sering Kali Ditunggangi
-
Beri Kuliah Umum Caleg Terpilih PDIP, Mahfud Ingatkan Indonesia Adil Makmur Belum Terwujud
-
Viral Habiburokhman Ngonten Unboxing Snack saat Rapat DPR, Warganet: Itu Hasil Keringat Rakyat
-
Mahfud MD jadi 'Dosen Dadakan' di Sekolah Partai PDIP, Megawati, Hasto Kristiyanto hingga Tina Toon Diajari Ini
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik