Suara.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar membeberkan respons Kementerian Agama (Kemenag) saat dikritik soal pelaksanaan ibadah haji.
Politikus yang akrab disapa Cak Imin menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan haji ada sejumlah permasalahan, salah satunya ialah penumpukan jemaah haji karena lokasinya yang terbatas.
Selain itu, dia juga menjelaskan permasalahan lainnya seperti jemaah haji laki-laki dan perempuan yang tidurnya harus bertumpuk-tumpuk karena keterbatasan ruang.
Namun, Cak Imin mengungkapkan respons Kemenag saat kritik tersebut disampaikan. Dia menyebut Kemenag justru menunjukkan kemarahan dengan kritik tersebut.
“Malah kemarin dikritik, marah Kemenag, dikritik soal Minah orang tidur laki-laki dan perempuan bertumpuk dalam kondisi pakaian ikhrom, jawabannya sejak zaman nabi ya memang begitu, jawaban Kemenag, ini jawaban khas Indonesia,” kata Cak Imin di JCC Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (23/7/2024).
Menurut Cak Imin, permasalahan seperti ini tidak bisa ditolerir sehingga diperlukan adanya solusi agar pelaksanaan haji bisa lebih baik ke depannya.
“Ini kita tidak boleh mentolerir ketidakberdayaan kita, karena saya setuju semakin lancar dan mudah ibadahnya insha Allah, pahala semakin tinggi dan besar,” tandas Cak Imin.
Diprotes Cak Imin
Sebelumnya warganet dibuat heboh dengan beredarnya foto jemaah haji perempuan dan lelaki digabung jadi satu tenda. Pasalnya, portret yang dibagikan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin ini memperlihatkan pengelolaan ibadah haji harus segera dievaluasi.
Baca Juga: Syukuran Harlah PKB Ke-26, Cak Imin: Semua Parpol Diundang
Cak Imin secara langsung mengunjungi Mina, Arab Saudi bersama tim pengawas haji membagikan potret jemaah haji perempuan dan lelaki berada dalam satu tenda.
Bahkan beberapa jemaah haji Indonesia terpaksa beristirahat di lorong, demi bisa tidur dengan leluasa.
"Lapor Pak, istirahat dan tidur banyak yang di lorong saja," ujar Cak Imin dalam cuitannya dikutip suara.com, Selasa (18/6/2024).
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata
-
SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!
-
Rugi Terus, Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah untuk Berhemat
-
Jakarta Darurat Kabel Semrawut: Pelajar Tewas, Perda Mangkrak, Legislator Tuntut Sanksi Operator
-
UU Peradilan Militer Jadi Tameng Impunitas TNI! Aktivis Desak Reformasi Total
-
Kapolri Buka Suara Usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
Terekam CCTV, Detik-detik Pasutri di Duren Sawit Gasak Motor Sambil Bawa Anak
-
MBG Disetop Saat Libur Sekolah, BGN Disomasi: Ibu Hamil dan Balita Tetap Butuh Nutrisi!
-
Dua Calon Pengelola KDMP Meninggal saat Ikut Latihan Militer