Suara.com - Situasi di gerbang pintu belakang Gedung DPR RI atau Gerbang Pancasila makin memanas. Massa penolakan terhadap Revisi Undang-Undang (RUU) Pilkada mulai merangsek masuk menerobos barikade kepolisian.
Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi, massa sedianya hanya berorasi. Sampai kemudian mereka memajukan beberapa langkahnya ke hadapan barikade pengamanan kepolisian.
Diantara mereka terlihat membakar sampah di depan barikade. Asap pun membumbung tinggi.
Sampai akhirnya massa mulai naik tensinya. Botol air mineral pun dilemparkan oleh massa.
Beberapa diantara mereka coba merangsek masuk menerobos barikade. Terlihat juga mereka menendangi tameng-tameng barikade kepolisian.
Aksi tersebut sempat terjadi beberapa menit. Kemudian aparat menambah personel untuk mempertebal barikadenya.
Massa yang mayoritas adalah mahasiswa masih berkumpul. Bahkan mereka sambil meneriaki yel-yel "revolusi, revolusi, revolusi," pekik massa.
Mereka juga terlihat menggeser pintu gerbang yang berhasil mereka robohkan sebelumnya.
Hingga kekinian massa masih bertahan. Aparat masih bersiaga. Sementara mobil water canon juga disiagakan.
Berita Terkait
-
Beda dari Komika Lain, Kiky Saputri Pilih Berjuang Lewat 'Jalur Dalam': Apa Maksudnya?
-
Reza Rahadian Orasi di Depan Gedung DPR: Negara Ini Bukan Milik Keluarga Tertentu!
-
Resmi Keluar dari Golkar, Wanda Hamidah Turun ke Jalan Tolak RUU Pilkada: 2 Anaknya Juga Ikut Aksi!
-
Sempat Dilarang Kelompok Mahasiswa, Massa Berbaju Hitam Anarkis Jebol Pagar DPR RI: Hati-hati Provokasi
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
Terkini
-
Tolak SPPG di Dalam Kampus, UMY Usul Fokus Jadi Mitra Kajian Program MBG
-
'Kode Merah' di Balik Room VIP: Bareskrim Bongkar Modus Narkoba di B-Fashion dan The Seven Jakbar
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Israel Jadi Negara Paling Tidak Disukai di Dunia Menurut Survei Global 2026
-
Sadis! Hanya Demi Motor, Pemuda di Karawang Nekat Habisi Nyawa Adik Kelas di Bantaran Citarum
-
Mahfud MD Ungkap Isi Obrolan dengan Jokowi di Kondangan Soimah: Gak Ada Bahas Politik
-
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK: Soroti Ancaman Denda Rp500 Juta dan Kontrol Global
-
Siswa SMK Karawang Terancam Hukuman Mati Usai Rencanakan Pembunuhan Adik Kelas
-
Polda Metro Jaya Kini Dijabat Jenderal Bintang 3, Asep Edi Suheri Naik Pangkat Jadi Komjen
-
Bos PT Cordelia Bara Utama Ditetapkan Tersangka Kasus Tambang Ilegal Samin Tan!