Suara.com - Calon Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap langkah legalisasi ganja di negara bagian Florida.
Dalam unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social, Trump menegaskan pentingnya menghentikan penangkapan dan pemenjaraan yang tidak perlu terhadap orang dewasa yang menggunakan ganja dalam jumlah kecil untuk keperluan pribadi.
"Saatnya kita mengakhiri penangkapan dan pemenjaraan yang tidak perlu terhadap orang dewasa yang menggunakan ganja dalam jumlah kecil untuk keperluan pribadi," tulis Trump.
Ia juga menekankan pentingnya penerapan regulasi yang cerdas serta memastikan akses bagi orang dewasa terhadap produk ganja yang aman dan sudah diuji.
Sebagai warga Florida, Trump menyatakan akan memilih 'YES' pada Amandemen 3 yang akan diputuskan pada bulan November mendatang.
Ia mendorong warga Florida untuk mendukung langkah tersebut demi kebijakan yang lebih baik terkait ganja.
Trump juga memprediksi bahwa pemungutan suara akan menghasilkan keputusan yang mendukung legalisasi.
Namun, ia juga menyerukan adanya peraturan yang ketat, khususnya melarang penggunaan ganja di tempat umum, untuk menjaga keteraturan di ruang publik.
Negara bagian Florida sebelumnya dikenal sebagai medan pertempuran politik yang sengit, tetapi dalam beberapa tahun terakhir telah cenderung berpihak ke sayap kanan, sejalan dengan posisi politik Trump yang semakin kokoh di sana.
Berita Terkait
-
Pertemuan 'Jaksa dan Terpidana' di Debat Capres AS 2024, Kamala Harris vs Donald Trump Siapa Yang Menang?
-
Vladimir Putin Lebih Pilih Kamala Harris di Pilpres AS, Donald Trump Punya Firasat Aneh
-
Pendukung Trump Diusir dari Pesawat karena Kaos yang Dikenakan, Gambarnya Dianggap Mengganggu
-
Oprah Winfrey 'Serang' Donald Trump: Pilih Akal Sehat, Tinggalkan Omong Kosong!
-
Donald Trump Punya Keyakinan 'Israel Akan Hilang' Jika Kamala Harris Menang Pilpres AS
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK