Suara.com - Gelombang panas saat ini tengah mengancam sejumlah wilayah di Seoul. Peringatan dini itu dikeluarkan oleh otoritas cuaca Korea Selatan.
Peringatan dini gelombang panas itu dikeluarkan untuk pertama kalinya pada akhir tahun ini.
Peringatan gelombang panas dikeluarkan ketika suhu tertinggi yang dirasakan diperkirakan mencapai 33 derajat Celcius atau lebih selama dua hari berturut-turut, atau ketika kerusakan besar akibat panas diperkirakan akan terjadi.
Sementara itu, di bagian lain wilayah Korsel, seperti Gongju dan Cheongyang di Provinsi Chungcheong Selatan, serta Yongin dan Anseong di Provinsi Gyeonggi, dikeluarkan peringatan gelombang panas yang menunjukkan suhu tertinggi mencapai 35 derajat Celcius atau lebih, selama dua hari berturut-turut atau ketika kerusakan besar akibat panas diperkirakan terjadi di area yang luas.
Kondisi malam dengan suhu tidak turun di bawah 25 derajat Celcius (malam tropis) juga tercatat di berbagai wilayah, termasuk Incheon, Daejeon, Mokpo, Busan, Pohang, dan Jeju.
Fenomena malam tropis, atau malam di mana suhu tidak lebih rendah dari 25°C, meningkat menjadi 69 kali di Jeju tahun ini.
Pada Minggu, suhu diperkirakan mencapai 23 hingga 36°C di seluruh negeri, dengan suhu di Ulsan diperkirakan mencapai 28 derajat Celcius, di Seoul, Incheon, Daegu, dan Busan mencapai 31 derajat Celcius, dan di Daejeon serta Gwangju mencapai 34 derajat Celcius. [Antara].
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
-
Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa
-
Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
-
Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha
-
Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus
-
Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi
-
Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia
-
Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook
-
MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang