"Malam Sabtu ya sekitar jam 9, 10-an karena biasa main ya, kami nggak tahu mau ke mana, ke mana," kata Yanti di RS Polri, Jakarta Timur, Minggu.
Yanti mengaku tidak ada kabar dari Davi karena keponakannya itu saat ke luar rumah tidak membawa ponsel.
"Enggak ada. Pokoknya pas pergi itu ngilang aja," kata Yanti.
Yanti tidak mengetahui persis ke mana tujuan Davi. Ia hanya tahu bahwa Davi hendak pergi bermain lantaran diajak teman-temannya.
"Kami enggak tahu. Tahunya main gitu. Bawa duit juga nggak kan," kata Yanti.
Menurut keterangannya, Davi pergi karena diajak oleh Rizky. Yant berujar keponakannya yang masih kelas 1 SMA itu berboncengan sepeda motor.
"Temannya mah ada, yang ngajak masih hidup. Bawa motor, main," kata Yanti.
Meski teman yang mengajak Davi disebut masih hidup, Yanti mengaku ia belum berkomunikasi.
"Belum ketemu. Kami baru dapat info tadi pagi," kata Yanti.
Yanti lantas mendapatkan kabar bahwa ada penemuan tujuh mayat di Kali Bekasi. Kabar itu ia ketahui dari mulut ke mulut antara warga sekitar.
"Tadi pagi-pagi ada ribut begini-begini kan, ada mayat anak-anak gitu," kata Yanti.
Kumpul Ultah hingga Dikejar Polisi
Sementara itu, Dwi Septiani Wulandari, sepupu dari Muhammad Rizky, turut datang ke RS Polri guna memastikan kondisi jenazah kerabatnya.
Dwi berujar bahwa Rizky bersama teman-temannya sudah berkumpul di depan rumah sejak Sabtu sore.
"Ada temannya ulang tahun dan ngumpul di Cikunir. Nah dari sana pindah ke depan rumah, terus pindah lahi ke pabrik semen deket kali itu. Tiba-tiba langsung dikejar polisi," kata Dwi.
Dwi memastikan bahwa memang jenazah sepupunya yang turut dievakuasi dari Kali Bekasi.
"Kami tahu dari baju terakhir yang dipake korban," kata Dwi.
Dwi tidak mengetahui pasti penyebab kematian Rizky dan keenam korban lainnya hingga ditemukan di Kali Bekasi.
"Info di-press polisi dari temannya yang berhasil kabur. Dia bilang pada jatoh ke kali, enggak tahu lagi," kata Dwi.
Berita Terkait
-
Kenali Baju Rizky, Cerita Keluarga Kasus 7 ABG Tewas di Kali Bekasi: Kumpul Ultah hingga Dikejar-kejar Polisi
-
Kronologi Temuan 7 Mayat Korban Tawuran di Kali Bekasi, Bermula Emak-emak Nyari Kucing Hilang
-
Breaking News! Penemuan 7 Mayat di Kali Bekasi, Bikin Warga Geger
-
Tertangkap! Bocah SMP di Bekasi Tewas Tawuran Berdarah, Satu Pembacoknya Mendadak Nyantri di Pesantren
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123