Suara.com - Ketua DPR RI Puan Maharani, mengaku selalu hangat setiap bertemu dengan presiden terpilih Prabowo Subianto. Hal itu menanggapi pertanyaan terkait pertemuan dan perbincangan Puan dengan Prabowo di Monumen Pancasila Sakti, Selasa (1/10/2024) hari ini.
"Selalu hangat," kata Puan Maharani di kawasan Monumen Pancasila Sakti, Selasa (30/9/2024).
Puan mengatakan, dirinya memang kerap bertemu dengan Prabowo, semisal pada momen hari ini.
"Selalu ketemu, tadi ketemu," kata Puan.
Sebelumnya, Puan tampak berbincang bersama presiden terpilih Prabowo saat keduanya tengah mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau Monumen Pancasila Sakti.
Diketahui Jokowi melakukan peninjauan sesaat setelah selesai menjadi inspektur dalam Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2024.
Berdasarkan pantauan dari siaran langsung di YouTube Sekretariat Presiden, terlihat Puan yang sedang berjalan di belakang Jokowi itu menyapa Prabowo. Kedua kemudian berjabar tangan.
Adapun Puan dan Prabowo tampak berbincang seraya terus berjalan di belakang kepala negara yang tengah meninjau Monumen Pancasila Sakti. Terlihat Prabowo memberikan gestur mengangkat jempol kanan, hingga salam namaste di tengah pembicaraan bersama Puan.
Keduanya sempat menghentikan langkah sejenak saat berbincang untuk kemudian lanjut berjalan bersama di belakang kepala negara. Sekitar 50 detik keduanya berbincang sampai akhirnya mereka menghentikan perbincangan sesaat hendak menaiki anak tangga menuju sumur.
Baca Juga: Momen Puan Berbincang Hangat Dengan Prabowo Dan Jokowi, Diselingi Tawa Hingga Acungan Jempol
Sementara itu, setelah Jokowi melakukan peninjauan, terlihat Puan yang kini berjalan beriringan bersama kepala negara. Tampak Puan dan Jokowi yang berbincang. Bahkan terlihat keduanya saling tertawa. Usai tertawa, keduanya tampak melanjutkan perbincangan sembari berjalan.
Terlihat juga ada Prabowo di sisi kanan Jokowi. Prabowo tampak berbincang dengan Jokowi yang kemudian ditanggapi tertawa oleh Jokowi. Adapun Puan yang berada di sisi kiri Jokowi turut menyimak ke arah Prabowo. Terlihat juga gestur tangan Jokowi saat berbincang dengan Prabowo yang menunjuk ke arah putri dari Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri tersebut.
Ketiganya lantas menuruni anak tangga. Terlihat gestur tangan Puan yang mempersilakan Jokowi untuk menuruni anak tangga terlebih dahulu.
Berita Terkait
-
Momen Puan Berbincang Hangat Dengan Prabowo Dan Jokowi, Diselingi Tawa Hingga Acungan Jempol
-
Didampingi Prabowo, Jokowi Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila
-
Cek Fakta: Prabowo Resmi Maju Tanpa Gibran Imbas Akun Fufufafa
-
Mengenal Sisi Lain Prabowo Subianto yang akan Dilantik Menjadi Presiden RI
-
Lengser dari Pimpinan DPR, Cak Imin Blak-blakan Ogah jadi Menteri di Kabinet Prabowo, Kenapa?
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab
-
Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo
-
Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi
-
Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM
-
Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya
-
Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden
-
33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme
-
KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta
-
Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan
-
Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!