Anda mungkin mengira Kremlin akan sangat senang dengan Trump yang memenangkan kembali Gedung Putih.
Lagi pula, saat berkampanye, dia menghindari kritik terhadap Vladimir Putin. Sementara itu Kamala Harris menyebut presiden Rusia itu sebagai "diktator pembunuh".
Trump juga mempertanyakan skala bantuan militer AS ke Kyiv.
Namun, secara publik, Kremlin berusaha keras untuk memberikan kesan bahwa mereka tidak senang dengan kemenangan Trump.
“Saya tidak mengetahui adanya rencana [bagi Presiden Putin] untuk memberi selamat kepada Trump,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. “Jangan lupa bahwa [Amerika] adalah ‘negara yang tidak bersahabat’ yang secara langsung dan tidak langsung terlibat dalam perang melawan negara kita.”
Menurunnya ekspektasi adalah akibat dari masa jabatan pertama Trump: Kremlin mempunyai harapan besar bahwa kepresidenan Trump akan mengubah hubungan AS-Rusia. Ternyata tidak.
Namun demikian, di klub diskusi politik yang saya hadiri di pegunungan di atas Sochi, ilmuwan politik terkemuka Rusia tampaknya menantikan sekuel Trump.
Seorang pakar mengatakan kepada saya bahwa menurutnya di bawah Trump, AS akan "mundur" dari status negara adidaya globalnya.
Ada pula pendapat lain yang berpendapat bahwa pemilu AS sesuai dengan “visi keseluruhan dunia” Kremlin, yang menyatakan bahwa “globalisme liberal telah menghabiskan efisiensinya”.
Baca Juga: Presiden Terpilih AS, Donald Trump Segera Temui Joe Biden
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Molor! Jalan Lenteng Agung Arah Depok Baru Bisa Dibuka Bertahap, Ini Jadwal Terbarunya
-
Kebakaran Kebon Kosong: 3 Warga Terluka, Suparno Dirujuk ke RSCM usai Rumah Ludes
-
Rumah Ludes Dalam Sekejap, 620 Warga Korban Kebakaran Kebon Kosong Mengungsi
-
Kebakaran Kebon Kosong Kemayoran: 250 Rumah Hangus, Ratusan Warga Kini Mengungsi di Tenda Darurat
-
Trump Umumkan Perdamaian, Netanyahu Justru Ancam Serang Lebanon Lebih Kejam
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Teddy ke Dino Patti Djalal: Jangan Kaburkan Fakta Hasil Lawatan Prabowo
-
Teddy: Lawatan Luar Negeri Prabowo untuk Bangun Kedekatan dengan Pemimpin Dunia
-
Kebakaran Melanda Permukiman Padat di Kemayoran, 33 Mobil Damkar Dikerahkan
-
Dihadiri Wamen Ekraf, Borobudur Peace & Prosperity Festival Gaungkan Persatuan Lintas Budaya