Suara.com - Gerakan Perlawanan Palestina, Hamas, menyatakan bahwa gelombang perlawanan yang sedang terjadi di Tepi Barat yang diduduki tidak akan berhenti, dan semua upaya dari rezim pendudukan Israel untuk menerapkan rencana aneksasi dan pemindahan tidak akan membuahkan hasil selain kekalahan.
Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh Hamas pada Minggu pagi sebagai tanggapan terhadap serangan pesawat tak berawak Israel di kota Jenin dan kota terdekat Qabatiya, yang terjadi beberapa jam sebelumnya.
Gerakan itu menegaskan bahwa "rezim Zionis pendudukan terus meningkatkan kekerasan terhadap anak-anak kami," dengan serangan terbaru menyoroti taktik agresif rezim tersebut dan upaya sia-sianya untuk meredam perlawanan yang semakin meningkat dari rakyat Palestina.
Hamas menambahkan bahwa kekerasan yang berlangsung, termasuk pembunuhan para pemimpin perlawanan dan serangan brutal di Tepi Barat, tidak akan menghentikan gelombang perlawanan di wilayah tersebut dan tidak akan melemahkan tekad rakyat Palestina, yang masih berkomitmen untuk berjuang hingga tanah mereka terbebaskan dari pendudukan.
Militer Israel dilaporkan membunuh sedikitnya lima warga Palestina, termasuk seorang anak, dalam serangan pesawat tak berawak yang terpisah di Jenin dan Qabatiya pada Sabtu malam.
Sejak pecahnya perang Gaza pada awal Oktober 2023, rezim Israel telah meningkatkan serangan di Tepi Barat, terutama di kota Jenin dan sekitarnya, di mana warga Palestina menunjukkan perlawanan yang kuat terhadap rezim Israel.
Berita Terkait
-
Komandan Hamas Ternyata Masih Hidup, Israel Akui Gagal Bunuh Haitham Al-Hawajri
-
Netanyahu Menjadi Pemimpin Pertama yang Diterima Trump Setelah Pelantikan, Bahas Konflik Gaza dan Iran
-
47.460 Jiwa Melayang Akibat Serangan Israel, Jutaan Lainnya Terancam Krisis
-
CEK FAKTA: Donald Trump Mau Pindahkan 2 Juta Warga Gaza ke Indonesia
-
Kisah Pilu Ibu di Gaza Putus Asa setelah Rumahnya Hancur Lebur Akibat Serangan Israel: Kematian Lebih Baik
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat