Suara.com - Pedagang karpet di Pasar Gembrong, Jakarta Timur, bernama Cahyono mengeluhkan merosotnya penjualan belakangan ini. Bahkan, dibandingkan tahun lalu keuntungannya turun hingga 50 persen.
Cahyono mengaku tak mengetahui alasan merosotnya penjualan karpet di Pasar Gembrong. Namun, ia menyebut fenomena ini sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir.
"Merosot emang parah (penjualan) apalagi tahun ini," ujar Cahyono saat ditemui Suara.com, Kamis (3/4/2025).
Penurunan penjualan karpet diakuinya mulai terjadi sejak era pandemi Covid-19. Namun, tahun ini disebutnya kondisinya sudah lebih parah lagi.
"Tahun kemarin sepanjang bulan ramadan itu masih ramai. Bisa kejual sampai ratusan karpet. Kalau sekarang boro-boro. Di bawah 50 (karpet) sekarang," ucapnya.
"Zaman corona malah nggak separah sekarang. Masih lumayan penjualan," lanjutnya.
Meski penjualan saat ramadan tahun ini merosot, momen penjualan menjelang Idul Fitri tetap jadi yang paling dinanti. Pendapatannya tetap lebih banyak ketimbang hari biasa.
"Tetap kalau dibilang lebaran pasti paling rame. 10 hari sebelum itu paling ramai. Mungkin orang mau ganti karpet kan buat sambut tamu," tuturnya.
Untuk menyiasati pendapatan yang merosot, Cahyono kini juga menerima permintaan berbagai interior rumah dan pemasangannya.
Baca Juga: HUT Jakarta Ke-497 Diwarnai Tawuran Warga di Pasar Gembrong
"Ya alhamdulillah ada saja tambahan dari interior," pungkasnya.
Juga Dialami Pedagang Mainan
Sejumlah pedagang mainan di Pasar Gembrong, Jakarta Timur, mengeluhkan pendapatan yang merosot belakangan ini. Bahkan, penjualan tak mengalami peningkatan meski sedang libur lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah.
Hal ini disampaikan oleh salah satu pedagang bernama Runi. Pemilik toko KIM Toys ini mengaku sudah ikut berjualan mainan bersama orang tuanya sejak kecil.
Momen lebaran Idul Fitri disebutnya selalu dinantikan karena pengunjung akan membludak. Mainan yang dijajakan juga laris manis dan membawa keuntungan besar bagi para pedagang.
"Dulu mah pas hari-hari lebaran ibaratnya makan saja nggak keburu. Pembeli dateng nggak berhenti," ujar Runi saat ditemui Suara.com, Kamis (3/4/2025).
Berita Terkait
-
Keluhkan Penjualan Merosot, Pedagang Mainan di Pasar Gembrong: Lebaran Sudah Nggak Berpengaruh
-
Mau Nostalgia Masa Kecil, Jeremy Teti Berencana Jual Rumahnya yang Mewah
-
Pose di Samping Mobil Lawas nan Langka Bersama Istri, Bahlil Disebut Romeo dan Juliet
-
HUT Jakarta Ke-497 Diwarnai Tawuran Warga di Pasar Gembrong
-
Alert! Kemenkes Peringatkan Potensi Peningkatan Covid-19
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas
-
Rambah Hutan Lindung di Batam, PT GTP Jadi Tersangka Korporasi
-
Truk LPG Hantam 11 Kendaraan di Kota Bandung, Pesepeda Wanita Meninggal Dunia
-
TNI Masuk MBG, Aktivis Kritik Pendekatan Militer: Bukan Situasi Perang
-
Atasi Sampah Kabupaten Bogor, PSEL Galuga Siap Dibangun di Atas Lahan Kopassus