Didirikan pada tahun 1944 oleh Norberto Odebrecht, perusahaan ini tumbuh menjadi salah satu raksasa konstruksi terbesar di Amerika Latin, dengan proyek-proyek infrastruktur skala besar yang membentang di berbagai negara dan benua.
Jejak Konstruksi yang Luas
Selama beberapa dekade, Odebrecht terlibat dalam pembangunan berbagai proyek infrastruktur vital, termasuk:
- Pembangkit Listrik: Mulai dari hidroelektrik, termal, hingga nuklir, Odebrecht telah membangun puluhan pembangkit listrik dengan total kapasitas yang signifikan.
- Transportasi: Ribuan kilometer jalan raya, jalan tol, rel kereta api, terowongan, jembatan, dan jalan layang telah dibangun oleh Odebrecht, menghubungkan wilayah dan memfasilitasi mobilitas.
- Transportasi Massal: Odebrecht memiliki pengalaman luas dalam pembangunan sistem metro dan kereta api perkotaan di berbagai kota besar.
- Pelabuhan dan Bandara: Pembangunan dan modernisasi pelabuhan dan bandara juga menjadi bagian dari portofolio proyek Odebrecht.
- Sanitasi dan Pengairan: Perusahaan ini juga terlibat dalam proyek-proyek pengolahan air dan limbah, jaringan pipa sanitasi, kanal irigasi, dan bendungan.
- Proyek Industri: Odebrecht juga membangun berbagai fasilitas industri, termasuk pabrik, kilang minyak dan gas, serta fasilitas pertambangan.
- Bangunan dan Pengembangan Urban: Selain infrastruktur, Odebrecht juga memiliki divisi yang bergerak di bidang pembangunan gedung komersial, perumahan, dan pengembangan urban.
Ekspansi Global
Odebrecht tidak hanya beroperasi di Brasil, tetapi juga melakukan ekspansi internasional yang signifikan sejak akhir abad ke-20.
Perusahaan ini memiliki proyek dan kantor di berbagai negara di Amerika Latin, Afrika, Amerika Utara, dan bahkan Timur Tengah.
Ekspansi ini menunjukkan kemampuan Odebrecht dalam beradaptasi dengan berbagai lingkungan dan regulasi internasional.
Filosofi Bisnis dan Teknologi
Odebrecht dikenal dengan filosofi bisnisnya yang unik, yang disebut Odebrecht Entrepreneurial Technology (TEO). Filosofi ini menekankan pada desentralisasi, kemitraan, dan pengembangan talenta muda.
Baca Juga: Deretan Artis Jalani Puasa di Penjara, Ada Nikita Mirzani
Perusahaan ini juga dikenal karena kemampuannya dalam inovasi dan penerapan teknologi konstruksi terkini dalam proyek-proyeknya.
Skandal Korupsi dan Dampaknya
Sayangnya, reputasi gemilang Odebrecht tercoreng oleh skandal korupsi besar-besaran yang terungkap dalam Operasi Car Wash (Lava Jato) di Brasil pada tahun 2014.
Investigasi mengungkapkan bahwa Odebrecht secara sistematis menyuap pejabat pemerintah dan politisi di berbagai negara untuk mendapatkan kontrak proyek.
Skandal ini memiliki dampak yang sangat besar
- Penangkapan dan Penuntutan: Sejumlah eksekutif senior Odebrecht, termasuk CEO Marcelo Odebrecht, ditangkap dan dihukum atas keterlibatan mereka dalam praktik korupsi.
- Kerugian Finansial: Perusahaan menghadapi denda miliaran dolar dan kehilangan banyak kontrak proyek.
- Kerusakan Reputasi: Skandal ini merusak citra Odebrecht secara global dan menyebabkan hilangnya kepercayaan dari klien dan pemangku kepentingan.
- Dampak Politik: Skandal Odebrecht mengguncang politik di berbagai negara, menjatuhkan sejumlah politisi dan mantan presiden.
- Restrukturisasi Perusahaan: Akibat skandal tersebut, Odebrecht melakukan restrukturisasi besar-besaran, termasuk mengganti nama menjadi Novonor pada tahun 2020, sebagai upaya untuk membangun kembali citra perusahaan.
Masa Depan Odebrecht (Novonor)
Setelah melalui masa sulit akibat skandal korupsi, Novonor kini berfokus pada pemulihan dan pembangunan kembali bisnisnya dengan menjunjung tinggi integritas dan transparansi.
Perusahaan ini masih memiliki keahlian dan pengalaman yang luas dalam konstruksi dan infrastruktur, dan berpotensi untuk kembali menjadi pemain penting di pasar global dengan pendekatan yang lebih etis.
Kontributor : Maliana
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan