“Kalau yang ini Rp 16.000, yang ini Rp 12.000,” jawab sang penjual.
“Disatukan jadi Rp 204.000, ditambah Rp 112.000 , hebat ngitungnya,” ujar Dedi.
“Jadi Rp 316.000,” sahut penjual kerupuk.
“Hebat, tambah itu satu lagi,” timpal Dedi.
“Rp 316.000 ditambah Rp 80.000, jadi Rp 396.000,” ujar penjual kerupuk.
Tiba-tiba saat hendak memberikan uang total pembelian kerupuk sebanyak Rp 400.000, Dedi Mulyadi terbesit iseng dengan penjual kerupuk tersebut.
Dedi Mulyadi mengganti uang Rp 400.000 ribu itu dengan uang pecahan Rp 2.000 sebanyak 4 lembar.
Mirisnya, bapak penjual tersebut langsung percaya jika uang yang diterimanya sebanyak Rp 400.000.
“Jadi ini uangnya Rp 400.000 nih,” ujar Dedi Mulyadi sambil menyiapkan uangnya.
Baca Juga: Gara-Gara "Menteri Kedelai", Gaya Komunikasi Gubernur Jateng Disorot: Gak Ada Sense of Crisis!
“Oh jadi kembalian Rp 4.000,” jawab bapak penjual.
“Ini Rp 400.000, sok,” ujar Dedi Mulyadi sambil mengulurkan uang pecahan 2000 sebanyak 4 lembar.
Mendapat uang dari Dedi sebanyak 4 lembar tersebut, Bapak ini sontak menghitungnya.
Dan setelah dihitung jumlahnya 4 lembar, bapak penjual kerupuk ini langsung percaya, kemudian mengambilkan uang kembalian sebesar Rp 4.000.
“400 Ribu itu, bapak jualan untung nggak ini,” tanya Dedi Mulyadi setengah mengejek.
“Alhamdulillah untung ini pak, masih siang udah bisa pulang,” jawab Bapak penjual kerupuk.
Usai diborong semua kerupuknya, Dedi menawarkan untuk mengantar pulang si bapak penjual kerupuk ini.
Di sepanjang perjalanan, Dedi dibuat terharu dengan si Bapak.
Meskipun dengan keterbatasan lantaran tidak bisa melihat, namun bapak ini giat sekali bekerja, untuk menghidupi anak istrinya.
Dua kali dibohongi oleh pelanggan, tidak membuat bapak penjual kerupuk ini putus asa.
Ia justru nekat membeli handphone secara kredit, untuk membantu membaca pecahan uang di Indonesia.
Tanpa basa-basi, Dedi Mulyadi sontak memberikan uang sebagai pengganti modal jualan kerupuk si bapak.
Kemudian Dedi juga menambahkan uang sebesar Rp 10 juta untuk membantu kehidupan si Bapak.
Masih tidak tega melihat si Bapak, Dedi sontak menambahkan lagi beberapa lembar uang pecahan 100 ribuan.
Aksi Dedi Mulyadi ini selalu diunggahnya di kanal Youtube-nya Kang Dedi Mulyadi Channel.
Sebelumnya ia juga mengunggah kegiatannya saat hendak memberikan uang kepada kakek tukang rumput.
Kakek itu menolak tawaran Dedi Mulyadi untuk membeli karungnya padahal Dedi Mulyadi menawarkan harga yang mahal hingga jutaan rupiah.
Namun sang kakek tersebut tetap menolaknya dengan dalih karung itu digunakan untuk bekerja.
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Tragedi Latsarmil Kopdes, Komnas HAM Didesak Investigasi Program Pemerintah Berpotensi Langgar HAM
-
PKB Tak Toleransi: Ancam Sanksi Tegas Anggota DPRD TTU yang Mabuk dan Intimidasi dr Icha!
-
MagangHub Angkatan II Dibuka, Pemerintah Sediakan 150 Ribu Kuota dan Uang Saku hingga Rp 6 Juta
-
Ekonomi Indonesia Bak Timnas di Piala Dunia, Mensesneg: Semua Lini Harus Kompak
-
Jokowi Injak Kepala Kerbau, PDIP Tertawa
-
Bocah 4 Tahun Tewas Terjeblos Lubang Galian di Manggarai, Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian
-
Warga Kampung Bayam Geruduk Balai Kota, Tagih Janji Pramono soal Hunian dan Hak Dasar
-
Ribuan Pengungsi di Indonesia Belasan Tahun Tanpa Kejelasan, Ini Penjelasan UNHCR
-
Viral Balap Liar Tutup JLNT Antasari, Ahmad Sahroni: Penjarakan, Biar Kapok!
-
Polisi Tetapkan Dua Tersangka Kasus Penyekapan Tiga Karyawan Percetakan di Senen