- Menteri Hukum Supratman Andi Agtas mengklarifikasi wacana pengadilan ad hoc BUMN di Jakarta pada Jumat, 14 Agustus 2026.
- Pernyataan Presiden Prabowo Subianto merupakan perumpamaan strategi pemberantasan korupsi sekaligus peringatan keras bagi seluruh lembaga negara.
- Pemerintah belum berencana membentuk pengadilan khusus BUMN karena fokus utamanya adalah pencegahan melalui digitalisasi sistem pemerintahan.
Suara.com - Menteri Hukum (Menkum) RI, Supratman Andi Agtas, memberikan klarifikasi terkait wacana yang berkembang mengenai pembentukan pengadilan ad hoc khusus untuk mengusut dugaan penyimpangan di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Saat ditemui oleh awak media, Supratman menjelaskan bahwa pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai pengadilan ad hoc dalam pidato di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026 tersebut harus dilihat dalam konteks besar upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.
Menurutnya, hal tersebut merupakan sebuah perumpamaan atau contoh dalam strategi penguatan hukum.
"Bukan. Pengadilan ad hoc itu maksudnya... tadi kan saya sudah jelaskan, beliau itu bicara dalam konteks pemberantasan, pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi ya. Itu hanya contoh saja, itu jadi..." ujar Supratman usai Sidang Tahunan MPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Lebih lanjut, Menkum menekankan bahwa saat ini Indonesia sebenarnya telah memiliki institusi peradilan yang mapan. Namun, fokus utama Presiden Prabowo saat ini adalah pada dua aspek krusial, yakni pencegahan dan pemberantasan.
Supratman menyebut bahwa digitalisasi sistem pemerintahan menjadi kunci utama dalam melakukan pencegahan korupsi.
"Ya kan sekarang kelembagaan-kelembagaan kan sudah ada lembaga pengadilannya. Tapi beliau itu selalu menyatakan bahwa bagaimana kita mencegah atau memberantas. Kan ada dua tindakan yang harus di situ. Karena itu pencegahan yang terbaik adalah dengan sistem pemerintahan digital," jelasnya.
Ketika ditanya lebih mendalam mengenai kepastian pembentukan pengadilan khusus bagi BUMN, Supratman menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada langkah konkret ke arah pelembagaan khusus tersebut.
Ia menggarisbawahi bahwa pernyataan Presiden tersebut lebih bermakna sebagai peringatan keras (warning) bagi seluruh instansi negara agar menjalankan tata kelola yang bersih.
Baca Juga: Girang Kehadiran DSI Bawa Hasil, Prabowo Sebut Negara Cuan USD 5 Miliar
"Sampai hari ini belum ke sana, tapi itu warning. Warning dari Presiden kepada semuanya, bukan hanya kepada BUMN tapi kepada semua lembaga negara," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Girang Kehadiran DSI Bawa Hasil, Prabowo Sebut Negara Cuan USD 5 Miliar
-
Pengelolaan Berantakan, Prabowo Mau Usut Direksi BUMN 30 Tahun Terakhir
-
Dikelola dengan Akal Sehat, Setoran Dividen BUMN Justru Melonjak 400%
-
Prabowo Kecam Keras Korupsi MBG, Sebut Pelakunya Orang-Orang Biadab
-
Prabowo Sebut Bos-bos BUMN Banyak Ngarang Soal Laporan Keuangan: Bilang Untung Padahal Rugi
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Wacana Pengadilan Ad Hoc BUMN Mencuat, Menkum: Itu Warning dari Presiden
-
Sidang Korupsi Fadia Arafiq Ungkap Dugaan Pencopotan Outsourcing Bermotif Politik
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hidup Gen Z Makin Susah, Cuma Pakai 5 Persen Gaji Buat Healing Bulanan
-
6 Zodiak yang Paling Boros dan Hobi Belanja Impulsif, Kamu Termasuk?
-
Inklusi Keuangan Makin Kuat, BRImo Raih 49,7 Juta Pengguna
-
BPKH-Bank Muamalat Perluas Akses Layanan Haji Berbasis Digital
-
BRImo Makin Diminati, 49,7 Juta Pengguna dan Transaksi Rp4.166 Triliun
-
Girang Kehadiran DSI Bawa Hasil, Prabowo Sebut Negara Cuan USD 5 Miliar
-
Purbaya dan Bahlil Sebaiknya Beri Subsidi Langsung ke Orang Ketimbang BBM