“Anak-anak itu tidak kekurangan gizi karena diberi makan,” ujar seorang agen kepada El Mundo. “Namun, mereka kotor dan sama sekali tidak terhubung dengan kenyataan.”
Ketika dibawa ke taman oleh petugas, anak-anak tersebut menunjukkan ketakutan ekstrem terhadap lingkungan luar.
“Ketika kami membawa mereka keluar rumah ke taman, mereka bahkan tidak mau keluar. Mereka melihat siput dan menjadi gila, ketakutan,” tambah petugas tersebut.
Polisi kemudian menangkap kedua orangtua dan mendakwa mereka atas tuduhan kekerasan dalam rumah tangga berupa kekerasan psikologis dan penelantaran anak.
Kedua orangtua itu disebut menjadikan pandemi COVID-19 sebagai alasan utama untuk mengurung anak-anak mereka di dalam rumah sejak tahun 2021, meskipun pembatasan kesehatan masyarakat di Spanyol telah berakhir jauh sebelum itu.
Sampai saat ini, Departemen Kepolisian Oviedo belum memberikan komentar resmi tambahan. Sementara itu, ketiga anak telah ditempatkan di bawah pengawasan dan perlindungan otoritas layanan sosial setempat untuk pemulihan fisik dan psikologis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak
-
Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang
-
Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya
-
Tak Cukup Alim, Cak Imin Minta Santri Melek Literasi Keuangan Agar Tak Terjebak Judol dan Pinjol
-
Berdayakan Puluhan Kelompok Usaha, Klaster Unggulan BRI Sukses Dongkrak Potensi Peternak
-
Mahkamah Konstitusi 'Main Aman' Beri Legitimasi Program MBG yang Bermasalah
-
Sering Olahraga Bikin Rambut Lepek dan Ketombe? Ini Tips Menjaga Kulit Kepala Sehat
-
Gus Ipul Ingatkan Seluruh Jajaran: Program Sekolah Rakyat Butuh Kolaborasi dan Integritas