- Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar meminta pesantren memperkuat literasi keuangan dan teknologi bagi santri.
- Langkah tersebut bertujuan melindungi santri dari kejahatan digital seperti judi online, pinjaman ilegal, dan investasi bodong akibat rendahnya literasi.
- Program ini merupakan bagian dari agenda pemberdayaan pemerintah untuk memutus kemiskinan dan menyiapkan santri menghadapi tantangan ekonomi digital.
Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin meminta pondok pesantren mulai memperkuat pendidikan literasi keuangan dan teknologi bagi para santri.
Langkah itu dinilai penting agar santri tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga mampu menghadapi tantangan ekonomi digital sekaligus terhindar dari berbagai kejahatan finansial.
Menurut Cak Imin, pesantren selama ini telah terbukti melahirkan generasi yang berakhlak dan mandiri. Namun, bekal tersebut harus diperkuat dengan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dan perkembangan teknologi.
"Pesantren harus terus menjaga semangat kemandirian. Dari kemandirian itulah kita bisa mengatasi kemiskinan, keterbelakangan, dan berbagai bentuk penindasan. Santri tidak cukup hanya alim dalam ilmu agama, tetapi juga harus cakap menghadapi tantangan ekonomi dan teknologi," ujarnya saat Sosialisasi Literasi Keuangan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Musri, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (4/8/2026).
Cak Imin menilai rendahnya literasi keuangan masih menjadi penyebab banyak masyarakat terjebak berbagai kejahatan digital, mulai dari judi online, pinjaman online ilegal, investasi bodong, hingga penyalahgunaan identitas untuk pembukaan rekening.
"Banyak yang tertipu karena kurang memahami cara mengelola keuangan dan perkembangan teknologi. Karena itu, literasi keuangan menjadi kebutuhan yang sangat mendesak," katanya.
Selain memahami pengelolaan keuangan, santri juga didorong menguasai literasi teknologi, media sosial, dan berbagai platform digital agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara produktif, bukan justru menjadi korban penyalahgunaannya.
Menurut Cak Imin, penguatan literasi keuangan di lingkungan pesantren merupakan bagian dari agenda besar pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat.
Program tersebut berjalan beriringan dengan pembangunan 10.000 fasilitas MCK di pesantren serta penyiapan tenaga kerja terampil agar siap bekerja di luar negeri secara aman dan profesional.
Baca Juga: Kecelakaan Maut Tol Cipali: Anggota DPRD Tangsel Ahmad Andi Wibowo Meninggal Usai Tabrak Truk
"Kami ingin pesantren menjadi agen pemberdayaan masyarakat sekaligus pemutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan, penguatan ekonomi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia," ujarnya.
Ia berharap pesantren terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya sebagai pusat pendidikan dan pembinaan umat.
Dengan begitu, pesantren diharapkan mampu melahirkan generasi yang religius, mandiri secara ekonomi, sekaligus siap menghadapi tantangan era digital.
Berita Terkait
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Tak Cukup Alim, Cak Imin Minta Santri Melek Literasi Keuangan Agar Tak Terjebak Judol dan Pinjol
-
Berdayakan Puluhan Kelompok Usaha, Klaster Unggulan BRI Sukses Dongkrak Potensi Peternak
-
Mahkamah Konstitusi 'Main Aman' Beri Legitimasi Program MBG yang Bermasalah
-
Sering Olahraga Bikin Rambut Lepek dan Ketombe? Ini Tips Menjaga Kulit Kepala Sehat
-
Gus Ipul Ingatkan Seluruh Jajaran: Program Sekolah Rakyat Butuh Kolaborasi dan Integritas
-
Kenali Modus Customer Service Palsu yang Mengincar OTP dan PIN
-
Dua Siswa Sekolah Rakyat Jadi Delegasi Indonesia di 9th ASEAN Children's Forum
-
Promo Tiket Kereta Api di BRImo Langsung Dapat Cashback 15 Persen, Cek Syaratnya!
-
Terbukti Tarik Pungli ke Sesama PPPK, 1 ASN Pemprov Banten Dipecat Tidak Hormat
-
Pemkab Musi Banyuasin Usulkan Lahan Sekolah Rakyat