Pastikan kondisi ekonomi keluarga stabil dan memiliki perencanaan keuangan yang matang, termasuk tabungan, asuransi, atau dana darurat, agar kebutuhan seluruh anak dapat terpenuhi dengan baik.
Di kota besar seperti Jakarta, biaya hidup keluarga dengan dua anak bisa mencapai Rp 10–15 juta per bulan, bahkan biaya hidup ideal diperkirakan mencapai Rp 20 juta per bulan pada 2025, mencakup makan, tempat tinggal, pendidikan, dan kebutuhan dasar lainnya.
Biaya membesarkan anak, terutama pendidikan, juga sangat besar.
Contohnya, biaya pendidikan dari TK hingga perguruan tinggi swasta di Jakarta bisa mendekati Rp 1 miliar, belum termasuk kebutuhan hidup sehari-hari dan keinginan lain seperti kendaraan atau rumah.
Oleh karena itu, orang tua perlu mempersiapkan tabungan dan investasi sejak dini agar mampu memenuhi kebutuhan anak sesuai tahapannya tanpa beban berat sekaligus.
3. Kesehatan Fisik dan Mental Ibu
Kesehatan ibu sangat berpengaruh terhadap proses kehamilan, persalinan, dan pengasuhan anak. Kehamilan berulang, terutama di usia terlalu muda (<20 tahun) atau terlalu tua (>35 tahun), meningkatkan risiko komplikasi bagi ibu dan bayi.
Selain itu, kesiapan mental ibu juga penting, terutama jika pernah mengalami gangguan seperti depresi pasca melahirkan.
Jarak antar kehamilan juga perlu dipertimbangkan agar ibu memiliki waktu cukup untuk memulihkan diri.
4. Kondisi dan Perkembangan Anak-Anak Sebelumnya
Sebelum menambah anak, perhatikan perkembangan dan kesiapan anak-anak sebelumnya, terutama anak pertama.
Anak yang belum siap secara psikologis untuk menjadi kakak bisa merasa terabaikan atau mengalami kecemburuan, yang dapat memengaruhi perkembangan mental dan emosionalnya.
Pastikan setiap anak tetap mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang cukup.
5. Pengetahuan dan Kesiapan dalam Pengasuhan Anak
Orang tua perlu membekali diri dengan pengetahuan pengasuhan, baik secara psikologis maupun fisiologis.
Pengasuhan yang baik akan membantu tumbuh kembang anak secara optimal.
Semakin banyak anak, semakin besar tantangan dalam membagi waktu, perhatian, dan energi untuk mendidik dan membesarkan mereka agar tumbuh menjadi pribadi yang sehat dan berkualitas.
Berita Terkait
-
Indonesia Dapat Kategori E untuk Kesejahteraan Hewan, Kok Bisa?
-
Lebih dari Sekadar Melodrama: Membedah Resolusi Emosional dalam 'Tunggu Aku Sukses Nanti'
-
Melihat Batas Tipis Kebenaran dan Naluri dalam Film Ayah, Aku Mau Cerita!
-
Modern Dad dan Warisan Patriarki: Mengubah Cara Ayah Hadir dalam Pengasuhan
-
Tips Masak Nasi Pakai Rice Cooker agar Hasilnya Pulen, Segini Takaran Airnya!
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
-
Dobrak Tradisi! Cholil Nafis Larang Rokok di Ruang Sidang Muktamar NU Jombang
-
Bahaya Keamanan Layar Sentuh Mobil Modern Kian Jadi Sorotan dalam Sebuah Studi Terbaru
-
PLN Proyeksi PLTS BESS di Bali Hemat BBM 500 Ribu Kiloliter per Tahun
-
5 Bulan yang Baik untuk Menikah Menurut Hitungan Weton Jawa, Dipercaya Bawa Keberuntungan
-
Google Bawa Agentic AI ke Industri Keuangan, Bukan Sekadar Chatbot
-
30 Ribu Wisatawan Dieng Culture Festival Dibidik QRIS, Transaksi UMKM Makin Digital
-
Sepotong Rendang Pelepas Rindu
-
Lagi Capek-capeknya Hidup? Lagu 'Bersenja Gurau' Raim Laode Ini Wajib Kamu Dengar
-
Karhutla Menggila di Berbagai Daerah, Kemarau Ekstrem Atau Sengaja Dibakar?